Keluarga Mantan Bupati Ilyas Sabli Dilaporkan Turut Jadi Korban Tanah Longsor di Natuna
Mantan Bupati Natuna periode 2011-2016, Ilyas Sabli, dirundung duka akibat bencana tanah longsor di Pulau Serasan, Kabupaten Natuna.
TRIBUNTERNATE.COM - Mantan Bupati Natuna periode 2011-2016, Ilyas Sabli, dirundung duka akibat bencana tanah longsor di Pulau Serasan, Kabupaten Natuna.
Diketahui, tanah longsor melanda Desa Gentong dan Desa Air Nusa, Pulau Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri) pada Senin (6/3/2023).
Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunBatam.id, longsor di Serasan Natuna terjadi sekira pukul 11.15 WIB.
Tanah longsor terjadi akibat curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir di Pulau Serasan.
Adapun Ilyas Sabli kehilangan keluarga dan kerabat dalam peristiwa tanah longsor di Natuna tersebut.
"Keluarga dekat ada tiga orang yang jadi korban. Saya asal dari kampung itu," ujar Ilyas Sabli kepada TribunBatam.id.
Ilyas Sabli menyebut, berdasarkan informasi yang diterimanya, terdapat 10 orang yang telah ditemukan dalam longsor di Serasan Natuna.
Dari korban yang ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa itu, tiga orang merupakan keluarga dekatnya.
Ilyas juga mendapat informasi bahwa masih ada warga di Serasan yang belum diketahui keberadannya terkait longsor di Serasan Natuna.
Politisi Partai Nasonal Demokrat (Nasdem) ini menyebut, rumah orangtuanya di Serasan tak terkena longsor.
"Yang belum ditemukan kita belum tahu status mereka. Apakah hilang atau sudah kembali," katanya.

Ilyas pun menyerukan kepada warga dan keluarga yang terdampak, agar sabar dan tabah dalam menghadapi cobaan ini.
Sebagai informasi, kabar duka yang diterima Ilyas Sabli bertepatan dengan vonis bebas yang diterimanya dari PN Tipikor Tanjungpinang.
Ia bersama empat orang lainnya dinyatakan tak bersalah dalam perkara korupsi tunjangan rumah dinas (rumdis) DPRD Natuna Tahun 2011-2015.
Curah Hujan Tinggi, Evakuasi Masih Terhambat
Diketahui, curah hujan yang tinggi mengakibatkan terjadinya tanah longsor di Desa Gentong dan Desa Air Nusa di Pulau Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), Senin (6/3/2023).
Berdasarkan laporan yang dihimpun Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), peristiwa itu dipicu oleh intensitas curah hujan tinggi ditambah kondisi tanah yang labil.
Dikutip dari situs resmi BNBP, Kepala Bidang Kedaruratan, Pusdalops PB dan Logistik BPBD Provinsi Kepulauan Riau, Junainah, menjelaskan kondisi cuaca, sulitnya akses, ditambah jaringan telekomunikasi yang terputus juga menghambat proses pencarian dan pertolongan.
Kemudian, sulitnya akses dan faktor jaringan juga menghambat tim dalam pelaporan data sehingga pemutakhiran data belum dapat dilakukan secara maksimal.
"Cuaca berubah-ubah. Angin masih kencang. Ombak sedang tinggi. Lokasi berada di beda pulau dari pusat pemerintahan Kabupaten Natuna. BPBD Provinsi tetap standby," jelas Junainah.
"Sekarang masih evakuasi. Semua unsur mulai dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri dan relawan masih proses evakuasi. Jaringan terputus hingga laporan terbaru," imbuhnya.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Update Longsor di Natuna: 15 Orang Meninggal hingga Keluarga Mantan Bupati Natuna Ilyas jadi Korban
Ini Pengakuan Pemilik Rumah yang Terdampak Longsor di Ternate |
![]() |
---|
BPBD Halmahera Timur Maluku Utara Klaim Sejumlah Wilayah Banjir dan Longsor Akibat Cuaca Ekstrem |
![]() |
---|
Waspada Tanah Longsor di Jalur Talo-Holbota Taliabu Maluku Utara Saat Musim Hujan |
![]() |
---|
BREAKING NEWS: Cuaca Buruk, Tanah Longsor Terjadi di 2 Kecamatan di Halmahera Timur Maluku Utara |
![]() |
---|
Waspada Longsor Susulan, Pengendara Diimbau Hati-hati Lintasi Jalan Site Moronopo Halmahera Timur |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.