Longsor di Halsel
4 Rumah di Halmahera Selatan Tertimpa Tanah Longsor, Tidak Ada Korban Jiwa
Warga Desa Talapaon mendesak Pemkab Halmahera Selatan untuk turun meninjau lokasi sekaligus mengambil langkah perbaikan
Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Munawir Taoeda
TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Sebanyak 4 rumah warga di Desa Talapaon, Kecamatan Makian Barat, Halmahera Selatan, Maluku Utara, dilaporkan tertimpa tanah longsor.
Insiden ini terjadi pada Rabu (17/9/2025) malam. Selain rumah, material longsor juga menimbun badan jalan.
Tanah longsor ini terjadi ketika talut penahan tanah setinggi lebih dari 10 meter ambruk.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini namun warga yang rumahnya tertimpah alami kerusakan.
Baca juga: Ratusan Aset Pemkab Halmahera Selatan Belum Bersertifikat, Didominasi Tanah dan Bangunan
Sekretaris Desa Talapaon, Rizal M. Selang, menjelaskan bahwa kondisi geografis desa yang berada di area perbukitan, membuat warga harus membangun rumah mengikuti struktur tanah menyerupai tangga.
Ia juga mengatakan ambruknya talut penahan tanah dalam insiden longsor, ikut mengancam satu unit rumah warga.
"Rumah lain berpotensi ikut tertimbun jika tidak segera dievakuasi karena talutnya sudah ambruk, jangan sampai ada longsor susulan, "ujar Rizal.
Rizal menambahkan, warga Talapaon mendesak Pemkab Halmahera Selatan untuk turun meninjau lokasi sekaligus mengambil langkah perbaikan.
"Kerusakan ini akibat faktor cuaca dan curah hujan tinggi. Warga sangat berharap ada perhatian serius dari pemerintah, "tandasnya.
Tanah Longsor
Tanah longsor adalah perpindahan material lereng (tanah, batuan, atau campuran keduanya) yang bergerak menuruni atau keluar lereng akibat terganggunya kestabilan lereng.
Proses terjadinya longsor: air hujan meresap ke dalam tanah, menambah bobot tanah dan membuatnya menjadi lebih licin.
Air yang terus meresap dapat mencapai tanah yang kedap air dan membentuk bidang gelincir, sehingga memudahkan pergerakan tanah di atasnya.
Ketika gaya pendorong (misalnya kemiringan lereng dan berat tanah basah) lebih besar dari gaya penahan (kekuatan batuan dan kepadatan tanah), lereng menjadi tidak stabil dan terjadi longsor.
Faktor Penyebab
Alam: Curah hujan tinggi, gempa bumi, kemiringan lereng yang curam, dan kurangnya vegetasi.
Aktivitas anusia: Penggundulan hutan, perubahan penggunaan lahan, dan pembangunan di atas tebing atau lereng yang menambah beban tanah.
Tanda-tanda awal sebelum terjadi longsor
Munculnya retakan tanah di atas atau di sekitar lereng.
Munculnya mata air baru atau rembesan air yang tiba-tiba di lereng.
Baca juga: Noce Totononu Dilantik Kepala Dispora Halmahera Selatan, Berapa Harta Kekayaannya?
Pohon atau tiang listrik di sekitar lereng terlihat miring.
Pintu atau jendela rumah terasa sulit dibuka karena pergeseran pondasi.
Air sumur tiba-tiba menjadi keruh. (*)
| 12 Ramalan Shio Lengkap Rabu 8 April 2026: Cinta, Karier, Nomor Hoki |
|
|---|
| Kode Redeem Mobile Legends Rabu 8 April 2026, 46 Reward Gratis MLBB |
|
|---|
| Masa Sulit 4 Shio Berakhir pada Rabu 8 April 2026: Nasib Tikus hingga Monyet Berubah! |
|
|---|
| 4 Zodiak Diberkati Alam Semesta Rabu 8 April 2026: Taurus dan Capricorn Alami Titik Balik |
|
|---|
| 6 Shio Paling Beruntung dan Makmur Rabu 8 April 2026: Ketiban Rezeki Besar di Hari Sukses Tikus Air |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Rumah-warga-di-Desa-Talapon-Kecamatan-Makian-Barat-Halmahera-Selatan-tertimpa-tanah-longsor-01.jpg)