Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Kemensos RI Diminta Bantu Biaya Korban Gagal Ginjal Akut, Tri Rismaharini: Kami Nggak Ada Anggaran

Tri Rismaharini blak-blakan menyatakan bahwa kementerian yang dibawahinya belum memiliki anggaran bantuan korban gagal ginjal akut.

Dok. Pemkot Surabaya
Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini. 

TRIBUNTERNATE.COM - Menteri Sosial RI (Mensos) Tri Rismaharini saat ini tengah menjadi sorotan.

Hal ini berkaitan dengan permintaan bantuan kepada Kementerian Sosial RI (Kemensos) untuk para korban gagal ginjal akut.

Mengenai bantuan gagal ginjal itu, Tri Rismaharini blak-blakan menyatakan bahwa kementerian yang dibawahinya belum memiliki anggaran bantuan korban gagal ginjal akut.

Ia juga berpendapat bahwa untuk penanganan gagal ginjal akut (acute kidney injury/AKI), bantuan harus dilakukan berkali-kali.

Kemensos tidak punya anggaran untuk menyantuni korban gagal ginjal yang saat ini berjumlah ratusan orang, di antaranya korban yang sudah meninggal dunia dan korban yang masih rawat jalan.

"Kami kan enggak ada anggarannya. Duit dari mana anggarannya kalau itu nanti harus cuci darah itu kan tidak bisa sekali kan harus berkali-kali. Duit dari mana kami, berat biayanya," kata Tri Rismaharini saat ditemui di Gedung Kemensos, Jakarta Pusat, Senin (21/3/2023).

Mensos, Tri Rismaharini ungkap Kemensos dan Kementerian PUPR akan bangun hingga 6 rusunawa pada 2022 untuk para eks pemulung dan tunawisma. Dalam foto: Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini tak kuasa menahan tangis saat doa dipanjatnya Bu Nyai dalam doa bersama untuk kemenangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Cawali-Cawawali) Surabaya nomor urut 1, Eri Cahyadi-Armudji, di Hotel Pesonna, Surabaya, Jumat (4/12/2020).
Mensos, Tri Rismaharini ungkap Kemensos dan Kementerian PUPR akan bangun hingga 6 rusunawa pada 2022 untuk para eks pemulung dan tunawisma. Dalam foto: Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini tak kuasa menahan tangis saat doa dipanjatnya Bu Nyai dalam doa bersama untuk kemenangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Cawali-Cawawali) Surabaya nomor urut 1, Eri Cahyadi-Armudji, di Hotel Pesonna, Surabaya, Jumat (4/12/2020). (SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ)

Baca juga: Video Patung Bunda Maria Ditutup Terpal di Kulonprogo Viral: Polisi Luruskan Narasi yang Beredar

Baca juga: Polisi Hajar Senior Sesama Polisi gara-gara Antre di ATM, Pelaku Tak Sabar Korban Transaksi Kelamaan

Baca juga: Viral Foto Mesum 2 ASN yang Selingkuh di Wonogiri, Jabatan Pejabat Disdik dan Kepala Sekolah

Tri Rismaharini mengungkapkan, ia sudah menyampaikan pesan tersebut kepada Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy.

"Makanya kemarin saya sudah matur (bilang, red) ke Pak Menko PMK, 'Pak, kami enggak ada uang'. Kalau (santunan) dikasih satu kali, terus dia cuci ginjal, terus dari mana duitnya begitu. Jadi kami tidak ada anggaran untuk itu," ujar Tri Rismaharini.

Menurut dia, untuk memberikan bantuan, ia kerap bekerja sama dengan beberapa platform, yakni Kita Bisa dan Benih Baik.

Dengan demikian, bantuan yang diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan turut dibantu oleh masyarakat yang menyumbang, atau tak seluruhnya anggaran kementerian. 

Risma juga menyampaikan, anggaran di balai-balai Kemensos sudah mengalami penurunan hingga Rp300 miliar.

Begitu pula anggaran bencana yang turun sekitar 50 persen.

Adapun balai-balai ini diisi oleh orang-orang yang membutuhkan, meliputi ODGJ, anak telantar, orang telantar, anak sakit, hingga tempat rehabilitasi.

"Makanya saya itu harus hati-hati sekali gunakan ini. Jangan sampai nanti. Saya kan harus hitung-hitung supaya nanti satu tahun anggaran itu cukup, begitu lho," ujar Risma.

"Kalau nanti saya gunakan (untuk) yang lain, nanti orang-orang (di balai) ini mau dikasih makan apa, orang ODGJ mau makan mereka. Makanya saya harus hitung supaya mereka bisa sampai selesai tahun ini," ujar Risma.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved