Liga Champions
Kevin De Bruyne Player of the Match Madrid Vs City, Fans Skuad Ancelotti Ngamuk: Kok Bukan Vini Jr?
Bintang Manchester City, Kevin De Bruyne, meraih gelar Player of the Match dari pertandingan leg 1 semifinal Liga Champions melawan Real Madrid
Penulis: Ifa Nabila | Editor: Ifa Nabila
Namun, tahun ini, Pep Guardiola mencoba untuk memahami dan pasrah atas tuntutan itu.
Manchester City yang bakal bertandang ke Stadion Santiago Bernabeu melawan Real Madrid.
Laga leg 1 semifinal Liga Champions itu digelar pada Rabu (10/5/2023) WIB.
"Saya paham permintaan dari klub saya untuk memenangkan Liga Champions. Saya sudah merasakannya sejak saya tiba," ujar Pep Guardiola, dikutip TribunTernate.com dari manchestereveningnews.co.uk.
Menurutnya, pihak klub memang sudah tidak menuntut Pep Guardiola, namun sang pelatih sudah sadar akan perasaan mereka.
Pep Guardiola harus tetap bisa waras selama perebutan trofi Liga Champions.
"Mereka tidak menuntut saya tapi saya tahu perasaan mereka setelah (trofi) pertama Liga Premier targetnya adalah Liga Champions. Ini normal ketika kita tidak ada trofi pasti ingin punya."
"Anda juga tidak boleh menjadi gila. Ini adalah pertandingan sepak bola. Berusaha yang terbaik dalam dua laga dengan skenario khusus dan itulah yang harus kami lakukan," tuturnya.
Pep Guardiola Ralat Kalimat Rodri
Bintang Manchester City, Rodri, nekat menyebut keinginan balas dendam kepada Real Madrid di Liga Champions.
Kata-kata ini membuat sejumlah fans panik lantaran mirip dengan yang dilakukan bintang Liverpool, Mohamed Salah, yang juga ingin balas dendam ke Real Madrid.
Bahkan, sang pelatih, Pep Guardiola sampai meralat kata-kata Rodri tersebut.
Seperti diketahui, sebelumnya Manchester City sudah pernah menghadapi Real Madrid di semifinal Liga Champions 2022.
Kini, Manchester City akan bertandang ke Stadion Santiago Bernabeu pada Rabu (10/5/2023).
"Kami akan punya kesempatan untuk balas dendam, kami punya filosofi yang bisa kita pelajari dari pengalaman-pengalaman masa lalu, kami main bagus di dua laga terakhir tapi tidak lolos," kenang Rodri, dikutip TribunTernate.com dari manchestereveningnews.co.uk.
"Kami di sini untuk berjuang lagi dengan motivasi, dengan perasaan bahwa kami sudah persiapan sebaik mungkin dan hadir dalam momen terbaik kami."
"Kami bisa belajar apa saja yang bisa kami tingkatkan dan apa yang buruk dari penampilan kami," sambungnya.
Sementara itu, Pep Guardiola meluruskan pernyataan anak asuhnya itu.
"Itu adalah kesalahan besar. Kami tidak ke sini untuk balas dendam. Apa yang terjadi di masa lalu biarlah terjadi."
"Ketika kita menang itu karena kita berhak mendapatkannya. Saya tidak bilang kami bukan tim yang bagus, kami sudah melakukan lebih dari segalanya untuk ke final tapi inilah sepak bola, itu saja tidak cukup."
"Semoga kami bisa belajar dan menjadi lebih baik. Pelajran yang bisa kami petik dari musim lalu bukan untuk balas dendam," tegasnya.
Sementara itu, Mo Salah sempat menyebut keinginan balas dendam lantaran Liverpool dikalahkan Real Madrid pada final Liga Champions 2018.
Pada tahun lalu, setelah Mo Salah menyebut soal balas dendam itu, Liverpool kembali dipermalukan oleh sang raksasa La Liga.
Maka dari itu, para fans pun panik lantaran hal serupa bisa saja terjadi.
@adamabdulls: Jangan bilang kata-kata itu
@CharbelSall1: Mereka harusnya tidak main jika punya keinginan balas dendam di otaknya. Main saja maka pembalasan dendam bisa datang dengan sendirinya
@majorramblings: Kata-katanya seperti Salah, sulit dipercaya
@OCube71: Hal yang sulit dilakukan City adalah belajar dari kesalahan masa lalu
@Shaun7576: Ada apa sih dengan para pemain ini, tidakkah mereka belajar dari Salah?
(TribunTernate.com/ Ifa Nabila)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.