Rabu, 15 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemkab Morotai

Beragam Kultur, Dua Desa di Morotai Jadi Kampung Moderasi Beragama

Karena ada beragam kultur dan budaya, dua Desa di Pulau Morotai ini dijadikan Kampung Moderasi Beragama (KMB) 2023

Penulis: Fizri Nurdin | Editor: Munawir Taoeda
Dok Humas Pemkab Morotai
KEGIATAN: Pj Bupati Pulau Morotai, Muhammad Umar Ali saat menyampaikan sambutannya di kegiatan Lounching Kampung Moderasi Beragama, tepat di Kecamatan Morotai Timur, Desa Sangowo Induk dan Desa Sangowo Barat, Sabtu (26/8/2023). 

TRIBUNTERNATE.COM, MOROTAI - Menjaga kerukunan umat beragama di Pulau Morotai, Maluku Utara.

Kemenag Pulau Morotai, menetapkan Desa Sangowo Induk dan Desa Sangowo Barat sebagai Kampung Moderasi Beragama (KMB).

Tujuannya untuk merawat kerukunan dan memperkoko,  semangat kebangsaan di Pulau Morotai.

Giat itu dihadiri Pj Bupati Pulau Morotai, Muhammad Umar Ali; Kepala Kemenag Pulau Morotai, Hi Hasyim Hi Hamzah.

Baca juga: Kemenkumham Maluku Utara Sosialisasi Layanan Apostille, Sebar Informasi sampai ke Pulau Morotai

Pimpinan OPD, Forkompinda, para Camat dan Kades se Kecamatan Morotai Timur, Sabtu (26/8/2023).

Kehadiran orang nomor satu di Pemkab Pulau Morotai itu, sekaligus meresmikan dua desa sebagai KMB.

"Launching kampung moderasi beragama hari ini, menurut hemat kami, bukan untuk menggeser tata kelola keharmonisan."

"Dari yang dianggap memiliki kecenderungan, menjurus pada ekstrim kanan, melainkan sebagai alat proteksi, tameng."

"Atau salawaku, untuk menangkal pemahaman pengaruh-pengaruh buruk, menggeser tatanan, atau adab, atau norma."

Pemukulan gong, tanda diresmikannya Kampung Moderasi Beragama di Morotai
Pj Bupati Pulau Morotai, Muhammad Umar Ali bersama kepala Kementerian Agama Morotai, Hi Hasyim Hi Hamzah dan pimpinan Forkopimda saat memukul gong sebagai tanda dilaunchingnya Kampung Moderasi Beragama, Sabtu (26/8/2023)

"Yang selama ini, telah mengakar dan mengalir, menjadi darah daging dari kehidupan kita sehari-hari, "ucap Muhammad Umar Ali dalam sambutannya.

Di kesempatan itu ia juga mengajak, semua elemen masyarakat, menjadikan momentum sebagai simpul untuk mengikat dan merekatkan kekeluargaan.

Sebab baginya, moderasi beragama adalah kultur asli Pulau Morotai.

Beragama secara moderat adalah kebiasaan warga sehari-hari, yang telah dipraktekkan turun temurun.

"Mari jadikan tradisi saling baku sampai, baku bantu, baku lihat, dan bukan untuk berkelahi."

"Sekali lagi, mari kita jaga, kita lestarikan dan kita jadikan momentum hari ini untuk memperkuat semuanya."

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved