Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Liga Pro Arab Saudi

Boyong Pemain Mahal seperti Cristiano Ronaldo hingga Neymar, Arab Saudi Jawab Tudingan Sportswashing

Apa sebenarnya alasan Arab Saudi mendatangkan para pemain top yang tentu tidak murah harga dan gajinya ini ke sepak bola negaranya?

Twitter/Cristiano
Cristiano Ronaldo saat Al Nassr melumat Al Shabab dengan skor 4-0 dalam Matchday 4 Liga Pro Saudi 2023-2024 di KSU Football Field, Rabu (30/8/2023) dini hari WIB. 

Pada Juni 2023 lalu, PIF mengambil alih empat klub domestik utama di Arab yakni, Al Ittihad, Al Nassr, Al Hilal, dan Al Ahli.

Perkembangan Liga Pro Saudi pun mendapat sorotan oleh Stefan Szymanski, profesor manajemen olahraga di Universitas Michigan.

“Saudi Pro League adalah liga sepak bola profesional pria terbaik di Arab Saudi.” kata Stefan Szymanski.

“Jadi, seperti kebanyakan negara, mereka memiliki liga nasional yang populer dan banyak orang yang mengikutinya."

"Dan yang terjadi di sini adalah pemerintah, melalui dana investasi, menyalurkan uang ke klub-klub sehingga mereka bisa mendapatkan para pemain.”

Baca juga: Sudah Seperti Ayah Sendiri, Cristiano Ronaldo Anggap Sir Alex Ferguson sebagai Pelatih Terbaik?

Baca juga: Bromance Sadio Mane dan Cristiano Ronaldo di Al Nassr, Fans: Suka Banget Chemistry Mereka!

Neymar Jr pindah dari Paris Saint-Germain (PSG) ke Al Hilal pada musim panas 2023.
Neymar Jr pindah dari Paris Saint-Germain (PSG) ke Al Hilal pada musim panas 2023. (Instagram/neymarjr)

Rupanya, kecintaan Arab Saudi terhadap sepak bola tidak terbatas pada liga domestik saja.

Pada 2021 silam, PIF membeli saham mayoritas dari klub sepak bola Inggris, Newcastle United.

Namun, langkah yang diambil dalam bidang sepak bola ini bukan tanpa kritikan.

Sejumlah kritikus berpendapat bahwa Arab Saudi memanfaatkan olahraga untuk mengalihkan perhatian publik dunia dari kasus dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di negara tersebut.

Hal ini dikenal dengan istilah 'sportswashing.'

Diketahui secara luas, pemerintah Arab Saudi sudah terkenal akan tindakan kerasnya terhadap perbedaan pendapat dan hukuman keras bagi para penjahat, termasuk eksekusi mati.

“Sportswashing pada dasarnya identik dengan upaya membersihkan citra dan reputasi,” kata Simon Chadwick, profesor olahraga dan ekonomi geopolitik di Skema Business School.

“Dan yang jelas, Arab Saudi adalah negara yang, selama beberapa dekade terakhir, memiliki reputasi tertentu. Seringkali bukan hal yang baik. Dalam beberapa kasus, sangat negatif,” tambahnya.

Adapun kritik mengenai sportswashing di Arab Saudi, Fahad Nazar telah mengungkapkan pernyataannya.

“Setiap tindakan yang dilakukan di Arab Saudi, setiap tindakan reformasi, setiap inisiatif, dan setiap program yang saat ini diterapkan di Arab Saudi menerapkan kebijakan ini karena salah satu dari dua alasan utama," kata Fahad.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved