Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pulau Morotai

BKKBN Beri Pendampingan Sekaligus Edukasi Promosi Generasi Berencana dì Morotai

Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Utara menggelar sosialisasi pendampingan edukasi dan promosi GenRe (Generasi Berencana)

Editor: Mufrid Tawary
BKKBN Malut
Sejumlah peserta mengikuti sosialisasi pendampingan edukasi dan promosi GenRe (Generasi Berencana) di Kabupaten Pulau Morotai. 

TRIBUNTERNATE.COM, MOROTAI- Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Utara menggelar sosialisasi pendampingan edukasi dan promosi GenRe (Generasi Berencana)  di Kabupaten Pulau Morotai.

Adapun kegiatannya dipusatkan  di ARMI DOK Kabupaten Pulau Morotai.

Pesertanya ialah  Forum Genre Indonesia Kabupaten Pulau Morotai dan PIK Remaja segmentasi usia 10-24 tahun dan belum menikah, perorangan atau kelompok/komunitas berjumlah 20 orang.

Hadir dalam acara tersebut, Ketua Pokja Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga, Maurend J Lesar, S.Sos, Kepala Bidang KB Kabupaten Pulau Morotai, Nurwitriyanti dan Pengurus PIK Remaja Kabupaten Pulau Morotai.

Dalam kesempatan itu Maurend menerangkan bahwa Keluarga dan lingkungan sangat berperan penting dalam menciptakan generasi Remaja-Mahasiswa yang berkualitas baik.

Oleh  karena itulah pemerintah melalui BKKBN membuat program GenRe Generasi Berencana) yaitu suatu program dimana di dalamnya terdapat informasi tentang bagaimana menjadi anggota Bina Keluarga Remaja (BKR) dan bertukar informasi tentang peran orang tua dalam membantu anak remajanya.

Baca juga: BKKBN Maluku Utara Bakal Ajak Kementerian PUPR untuk Intervensi Stunting di Taliabu

Program ini juga untuk membantu menciptakan Generasi Remaja maupun maahasiswa punya  pengetahuan, bersikap dan berperilaku sebagai remaja, untuk menyiapkan dan perencanaan yang matang dalam kehidupan berkeluarga.

Sehingga Remaja dan Pemuda GenRe mampu melangsungkan jenjang-jenjang pendidikan secara terencana, berkarir dalam pekerjaan secara terencana, dan menikah dengan penuh perencanaan sesuai siklus Kesehatan Reproduksi.

“Generasi Remaja-Mahasiswa yang tidak sehat,tidak berahklak dan berbudi serta banyak melakukan pernikahan dini justru terjadi di daerah perkotaan dimana arus globalisasi informasi yang semakin mudah di akses. Gempuran mode-mode budaya barat yang sedikit banyak juga mempengaruhi tata-cara pergaulan anak muda,”ujar Maurend.

Menikah di usia muda lanjut dia mengatakan juga salah satu yang akan terjadi jika Generasi Remaja- mahasiswa gagal dalam Penerepan Program GenRe.

Misalnya sang pria belum cukup mapan baik segi fisik, batin dan lahiria menikah  kemudian  tak punya pekerjaan ditambah hanya lulusan SMA.

Begitu juga wanita baru  berusia di bawah 20 tahun lalu   sudah menikah, organ reproduksinya belum cukup matang itulah sebabnya  berpotensi menyebabkan kematian baik bagi sang ibu maupun calon bayi.

Ini resikonya amat  sangat besar.

“Sosialisasi dan promosi Program GenRe secara masif perlu kita lakukan melalui berbagai media dan kesempatan. Namun sebelum melakukan promosi perlu kita siapkan tenaga-tenaga yang berkompeten dan memahami permasalahan remaja,”harapnya.

“Bila  BKKBNberhasil menciptakan duta GendRe 6.9 persen saja dari 27. 6 persen  jumlah generasi  maka itu sudah cukup baik untuk menyebarkan virus-virus kebaikan kepada teman sebayanya. Hal ini juga dapat membantu pemerintah dalam mencapai target-target SDGs (Sustainable Development Goals) yang ditetapkan WHO,”tutupnya.(*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved