Mengenal Pengolahan Nikel Kelas Dunia di Maluku Utara Milik Harita Nickel di Pulau Obi
Mari mengenal pengolahan Nikel kelas dunia milik PT Harita Nickel di Pulau Obi Halmahera Selatan, Maluku Utara
TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Maluku Utara merupakan salah satu daerah, di Timur Indonesia.
Yang masih menganut sistem Kesultanan, sehingga Maluku Utara diistilahkan dengan Moloku Kie Raha.
Artinya 'Empat Penguasa Daerah', yakni Kesultanan Ternate, Kesultanan Tidore.
Kesultanan Bacan di Halmahera Selatan, dan Kesultanan Jailolo di Halmahera Barat.
Baca juga: PDAM Halmahera Selatan Bakal Kelola Air Baku di Kawasan Industri Harita Nickel
Tak hanya itu, Maluku Utara juga masuk dalam salah satu wilayah di Indonesia.
Yang kaya akan hasil bumi seperti cengkeh dan pala. Bahkan dibawah tanah orang Maluku Utara berpijak.
Terdapat Sumber Daya Alama (SDA) melimbah seperti emas, nikel, biji besi dan lainnya.
Salah satu daerah penghasil SDA adalah Pulau Obi, di Kabapaten Halmahera Selatan.
Pulau Obi hanyalah pulau kecil nan terpencil di Laut Banda, luasnya kira-kira empat kali luas DKI Jakarta.
Siapa sangka, di pulau terpencil ini, ada industri pengolahan nikel kelas dunia.
Sengan valuasi hampir Rp 100 triliun dan mempekerjakan 32 ribu orang, sebagian di antaranya Warga Negara Asing (WNA).
Pulau Obi adalah rumah bagi nikel sulphate (nikel sulfat), dan cobalt sulphate (kobalt sulfat).
Bahan utama baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia, dan terbesar di dunia yang diproduksi oleh PT Harita Nickel.
Sebuah perusahaan yang didirikan, dan dipimpin oleh pengusaha asal Kalimantan Timur.
Orang terkaya nomor lima di Indonesia, versi Forbes tahun 2023.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Salah-satu-area-tambang-PT-Harita-Nickel-di-Pulau-Obi-Halmahera-Selatan-Maluku-Utara.jpg)