Pulau Taliabu
Sudah 8 Hari Terdampar di Daratan Taliabu Selatan, Kapal Angkut Alat Berat Mulai Rusak
Kapal kandas di perairan desa Pencado, Taliabu Selatan, terhitung sudah 8 hari. Dan belum ada upaya dievakuasi.
Penulis: Laode Havidl | Editor: Mufrid Tawary
TRIBUNTERNATE.COM, TALIABU - Kapal kandas di perairan desa Pencado, Taliabu Selatan, terhitung sudah 8 hari.
Namun, belum ada upaya dari pihak pemilik yang bertanggungjawab untuk mengevakuasi.
Meski nahkoda dan kru kapalnya belakangan ini dikabarkan bekerja maraton untuk memperbaiki sejumlah bodi kapal Landing Craft Tank (LCT) Slickline Boat yang rusak.
Seorang warga Taliabu Selatan, Yudi Alvin menceritakan perkembangan kapal itu sesuai amatannya di lokasi.
Bahwa sampai sekarang bangkai masih dibiarkan begitu saja sejak kandas.
Sekarang kapal tersebut sudah terdampar hingga ke daratan sekitar.
"Mungkin karena ombak di pantai masih kencang," kata Yudi, kepada TribunTernate.com, Rabu (20/9/2203).
Beruntung, alat berat yang sempat diangkut kapal ini, berhasil dievakuasi semua.
Dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kapal kandas tersebut.
Yudi mengatakan, para kru kapal saat ini tinggal di kediaman salah satu Kepala SMP Pencado.
"Tapi untuk jumlah kru kapal saya juga kurang tau," ungkapnya.
Baca juga: Polisi Tahap II Kasus Pencabulan di Pulau Taliabu, Tersangka Diancam 12 Tahun Penjara
Yudi bilang, kemarin salah satu kru kapal itu memanggil adiknya untuk membawa mesin genset ke kapal guna menempel sebagian dinding kapal yang sudah bocor.
"Untuk selebihnya saya juga belum tahu pasti," ungkapnya.
Informasi diperoleh TribunTernate.com, kapalnya kategori Landing Craft Tank (LCT) Slickline Boat.
Kapal ini tengah memuat alat berat, yaitu tiga dump truk, dua bomag, satu glider dan satu excavator.
Beruntung, semua alat berat yang dilaporkan itu berhasil diamankan, dibantu masyarakat Desa Pencado.
Awalnya, kapal LCT bertolak dari desa Sofan, Kecamatan Taliabu Timur Selatan.
Menuju desa Pencado, Kecamatan Taliabu Selatan, Rabu (13/9/2023).
Selama beberapa jam, pelayanan kapal berjalan dengan maksimal.
Kondisi laut pun terlihat baik.
Namun, kapal itu mendapati cuaca buruk ketika hendak berlabuh di perairan Desa Pencado.
Gelombang cukup tinggi menghantam kapal tersebut hingga karam di daratan wilayah desa setempat.
Hal itu pun menghebohkan penduduk sekitar yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/20092023_Bangkapkapal2023.jpg)