Pulau Taliabu
Proyek Ruang Kelas SMK Teknologi Mangkrak, Kejari Taliabu Periksa PPK & Tim DAK Dikbud Malut
Kejari Pulau Taliabu periksa sejumlah saksi pada pekerjaan empat ruang kelas SMK Teknologi.
Penulis: Laode Havidl | Editor: Mufrid Tawary
TRIBUNTERNATE.COM, TALIABU - Kejari Pulau Taliabu periksa sejumlah saksi pada pekerjaan empat ruang kelas SMK Teknologi.
Proyek tersebut dilaporkan terbengkalai dan tidak selesai dibangun hingga sekarang.
Berdasarkan kontrak, proyek itu ditargetkan tuntas pada Desember 2022.
Dimana, pekerjaannya dilakukan secara swakelola yang dianggarkan melalui DAK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Maluku Utara, sebesar Rp 5 miliar lebih.
Diketahui, empat ruang kelas tersebut ialah, ruang kelas baru (RKB), laboratorium komputer, laboratorium IPA, dan perpustakaan.
Kasi Intelijen Kejari Pulau Taliabu, Nazamudin mengatakan, pihaknya sudah melakukan penelusuran proyek itu.
Bahkan mereka sudah memantau aktivitas pekerjaannya sedari awal.
Kini, proyek mangkrak itu telah dilidik Jaksa.
"Kami sudah monitor dan terakhir itu mangkrak. Mangkraknya sampai saat ini kami sudah selidiki," kata Nazamudin.
Baca juga: Bupati Taliabu Aliong Mus Minta Disperindag Atur Ulang Penjualan BBM di Pengecer Sesuai Standar
Nazamudin menambahkan, dari proses pengumpulan data oleh tim Intelijen bahwa proyek itu baru cair 70 persen.
Pencairan di tahap pertama sebesar 25 persen dan tahap kedua 45 persen.
Sehingga presentase pencairan anggarannya baru senilai Rp 3 miliar lebih
"Sudah 3,5 miliar yang cair, hitungannya 70 persen," ungkap dia.
Kata dia, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara pun mengaku bahwa pekerjaan itu tidak selesai.
Dan pencairannya pun sesuai progres di lapangan yaitu 70 persen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/19102023_Nazamudinkasiintelejen19.jpg)