Gunung Dukono Erupsi
Update Insiden Maut Erupsi Gunung Dukono, Polres Halmahera Utara Jadwalkan Penetapan Tersangka
"Paling lambat hari Kamis depan kami sudah lakukan gelar penetapan tersangka, "ujar Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu
Penulis: Randi Basri | Editor: Munawir Taoeda
Ringkasan Berita:1. Penyidik Polres Halmahera Utara intens bergerak cepat melengkapi berkas perkara kasus dugaan kelalaian yang menyebabkan tewasnya wisatawan di Gunung Dukono
2. Di mana pihak kepolisian memastikan status hukum kasus ini akan segera naik ke tahap penetapan tersangka
3. Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu menegaskan, gelar perkara untuk penetapan tersangka dijadwalkan bakal rampung dalam minggu ini
TRIBUNTERNATE.COM, TOBELO - Penyidik Polres Halmahera Utara, Maluku Utara intens bergerak cepat melengkapi berkas perkara kasus dugaan kelalaian yang menyebabkan tewasnya wisatawan di Gunung Dukono.
Di mana pihak kepolisian memastikan status hukum kasus ini akan segera naik ke tahap penetapan tersangka.
Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu menegaskan, gelar perkara untuk penetapan tersangka dijadwalkan bakal rampung dalam minggu ini.
"Paling lambat hari Kamis depan kami sudah lakukan gelar penetapan tersangka, "ujar kapolres saat dikonfirmasi Tribunternate.com, via telepon, Senin (18/5/2026).
Baca juga: Polisi Kantongi 2 Nama Calon Tersangka Kasus Meninggalnya Wisatawan di Gunung Dukono Halut
2 pemandu wisata jadi calon kuat tersangka
Saat ini penyidik telah mengantongi 2 nama yang diduga kuat bertanggung jawab atas insiden maut tersebut.
Keduanya merupakan pemandu wisata lokal yang membawa korban mendaki, yakni MRS alias Reza dan JA alias Jamal.
Temuan pelanggaran: Open Trip ilegal dan abaikan status gunung
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, Kapolres membeberkan sejumlah pelanggaran fatal yang dilakukan oleh kedua pemandu tersebut:
1. Penyelenggaraan ilegal: MRS dan JA membuka layanan open trip dengan nama "Trip Ayo Baronda" tanpa mengantongi izin resmi.
2. Tidak tersertifikasi: Hasil pemeriksaan menunjukan bahwa keduanya diduga kuat tidak memiliki sertifikat resmi sebagai pemandu wisata gunung.
Baca juga: Sudah Pastikan Kondisi Gunung Dukono Halut sebelum Mendaki, Anak Esa: Erupsi Terjadi Mendadak
3. Abaikan peringatan bahaya: Keduanya diketahui sudah mengetahui bahwa Gunung Dukono sedang berada pada Status Level II (Waspada).
Akan tetapi mereka tetap memaksakan diri membawa wisatawan naik ke atas demi keuntungan, sehingga membahayakan keselamatan korban.
"Jelas kasus ini paling lambat hari Kamis kita gelar penetapan tersangka, "tegas AKBP Erlichson Pasaribu mengakhiri pembicaraan. (*)
| Evakuasi Korban Erupsi Gunung Dukono, 14 Personel Polres Halmahera Utara Terima Penghargaan |
|
|---|
| Wakapolda Maluku Utara: Penyelidikan Tewasnya 3 Pendaki di Gunung Dukono Terus Berlanjut |
|
|---|
| Pangdam Pimpin Operasi Evakuasi 2 WNA Korban Erupsi Gunung Dukono Halmahera Utara |
|
|---|
| 2 WNA Singapura Korban Erupsi Gunung Dukono Halmahera Utara Ditemukan Meninggal |
|
|---|
| Gubernur Malut Sherly Laos Sampaikan Duka Mendalam atas Korban Erupsi Dukono di Halmahera Utara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Polres-Halmahera-Utara-Jadwalkan-penetapan-tersangka-insiden-erupsi-Gunung-Dukono.jpg)