Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pulau Taliabu

Pendemo Lempar Kabid Pendidikan Dasar Taliabu Pakai Botol saat Rapat dengan DPRD

Anggota DPRD Pulau Taliabu membuat rapat Rapat Dengar Pendapat atau (RDP).

Penulis: Laode Havidl | Editor: Mufrid Tawary
Tribunternate.com
RAPAT: Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Armin Umakaapa dilempar massa aksi saat rapat. 

TRIBUNTERNATE.COM, TALIABU - Anggota DPRD Pulau Taliabu membuat rapat Rapat Dengar Pendapat atau (RDP).

Perihal tindaklanjut tuntutan peserta PPPK Guru 2023 yang tak lulus di Pulau Taliabu.

Rapat berlangsung sekira pukul 16.30 WIT, Jum'at, (5/1/2023) bertempat di kantor DPRD Pulau Taliabu.

Rapat tersebut dipimipin langsung Wakil Ketua II DPRD Pulau Taliabu, Muhammad Zainal Azhar.

Berserta para anggota DPRD lainnya dan Sekretaris Daerah Pulau Taliabu, Dr Salim Ganiru.

Pantauan TribunTernate.com, dalam rapat juga hadir dua orang perwakilan, satu dari Dinas Pendidikan Taliabu. Dan satunya lagi delegasi BKPSDMA Taliabu, guna menjelaskan tuntutan massa aksi.

Awalnya, rapat berjalan kondusif. Tapi suasana kemudian memanas saat Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar, Armin Umakaapa, menjelaskan tupoksinya berkaitan dengan hasil seleksi PPPK Guru tersebut.

Saat menjelaskan, seorang massa aksi langsung melempar botol air mineral dan kena bagian paha kanan Armin.

Baca juga: Melihat Pesona Pantai Afrika di Kecamatan Lede Pulau Taliabu

Suasana rapat pada saat itu pun gaduh, massa aksi pun berteriak di meja RDP.

Dalam kondisi itu, Zainal Azhar yang memimpin rapat kemudian memulihkan kembali situasi rapat.

Diketahui, kronologi Armin dilempar massa aksi berawal dari Ketua Komisi I DPRD Taliabu, Sukardinan Budaya, melayangkan pertanyaan kepadanya.

Sukardinan bertanya, apa indikator sehingga PPPK Guru dibutuhkan.

Secara dialog singkat, Armin menjawab bahwa indikatornya adalah, karena Pulau Taliabu kekurangan tenaga guru.

Selanjutnya, Armin menjawab pertanyaan kedua bahwa, tidak ada tolak ukur penilaian tes  PPPK Guru melihat dari masa pengabdian.

Namun kata Armin, kesemuanya sudah teratur otomatis melalui sistem yang bekerja atau by sistem.

"Kalau dari kementerian itu, dia tidak menjelaskan secara mendetail soal pengabdian guru,”ungkap Armin.

Sontak, seorang dari massa aksi lalu melemparnya dengan botol  air mineral.(*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved