Senin, 18 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Sofifi

Masuk 10 Besar, Timsel KPU Kabupaten/Kota di Maluku Utara Diminta Profesional

Timsel anggota KPU kabupaten/kota dan Provinsi Maluku Utara, diminta lebih selektif dan profesional dalam penentuan nama-nama yang lolos ke 10 besar

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Mufrid Tawary
Dok pribadi
Akademisi Universitas Khairun Ternate, Abdul Kadir Bubu. 

TRIBUNTERNATE.COM,SOFIFI- Timsel  anggota KPU kabupaten/kota dan Provinsi Maluku Utara, diminta lebih selektif dan profesional dalam penentuan nama-nama yang lolos ke 10 besar nanti.

Hal itu disampaikan akademisi Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Abdul Kadir Bubu.

"Timsel jangan memilih orang-orang yang miskin kompetensi," ujar Abdul Kadir Bubu  saat ditemui di Ternate, Minggu (17/3/2024).

Dia pun menyayangkan, Timsel zona II, justru meloloskan tiga nama calon yang pernah dijatuhi sanksi oleh DKPP.

Mereka adalah petahana KPU Pulau Morotai  Amina Failisa, Faisal Aba, dan Arfandi Iskandar Alam.

Sementara satu calon Iswan Muhammad gugur di tengah jalan.

Deretan nama petahana ini, pernah dijatuhi putusan dugaan pelanggaran kode etik dalam perkara Nomor 64-PKE-DKPP/IV/2023 oleh Ketua majelis I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, pada Senin, 3 Juli 2023 lalu.

“Saya peringatkan kepada teman-teman Timsel yang saat ini sedang melakukan seleksi KPU, agar jangan memilih orang yang miskin kompetensi, karena jika itu terjadi, maka yang salah adalah Timsel juga,” tegasnya.

Lanjutnya, ditahapan wawancara dan kesehatan, Timsel diharapkan bisa lebih peka dengan rekam jejak tiga calon peserta tersebut, sehingga Timsel bisa menetapkan norma dan etik sebagaimana mestinya. "Tahapan ini pula menjadi kuasa Timsel, untuk itu harus benar-benar mempertimbangkan riwayat peserta," jelasnya.

Baca juga: Dilepas Kesultanan Ternate, Nusantara Football Akademi Siap Berlaga di Singapura

Selain itu, nama calon anggota yang pernah tersandung masalah sampai di DKPP pastinya sudah diketahui oleh Timsel.

Sebab, sambung dia, komposisi Timsel saat ini, ada keterwakilan dari praktisi pemilu dan rektor.

Bahkan ada juga yang dulunya berkomentar banyak tentang penyelenggara pemilu, sehingga sudah tentu mengetahui berbagai peristiwa yang terjadi.

“Untuk Timsel Provinsi itu ada dua Rektor di sana, yakni Unkhair dan Unutara, sehingga marwah dua kampus ini juga ikut dipertaruhkan. Olehnya itu, kita berharap agar komisioner yang terpilih kali ini, itu Timsel tidak hanya sebatas menafsirkan norma, kemudian mengabaikan suara rakyat sebagaimana yang terjadi di Ternate,” pungkasnya.(*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved