Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

BPS

BPS Maluku Utara Catat Penduduk Bekerja Meningkat, Pengangguran Menurun

Rilis disampaikan langsung Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Maluku Utara Aidil Adha

|
Penulis: Randi Basri | Editor: Mufrid Tawary
Tribunternate.com/ Randi Basri
Kepala BPS Maluku Utara Aidil Adha didampingi Asisten Perekonomian dan Admistrasi Pembangunan Pemprov Maluku Utara Ir Sri Haryanti Hutari merilis data terbaru berkait keadaan ketenagakerjaan di Moloku Kie Raha, Senin (6/5/2024) 

TRIBUNTERNATE.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara merilis adanya peningkatan penduduk bekerja di Moloku Kie Raha

Sebaliknya terjadi penurunan jumlah pengangguran.

Disebutkan, penduduk bekerja di Malut pada Februari 2024 sebanyak 642 ribu orang.

Jumlah tersebut naik sebanyak 25,8 ribu orang dibandingkan Februari 2023 sebanyak 616,2 ribu orang.

Sedangkan pengangguran sebanyak 27,9 ribu orang.

Apabila dibandingkan Februari 2023, jumlah angkatan kerja meningkat sebanyak 24,0 ribu orang, penduduk bekerja bertambah sebanyak 25,8 ribu orang,

Sementara pengangguran berkurang sebanyak 1,9 ribu orang.

Data tersebut disampaikan lewat siaran berita statistik yang berlangsung di Kantor BPS Maluku Utara, Senin (6/5/2024).

Rilis disampaikan langsung Kepala BPS Maluku Utara Aidil Adha didampingi Asisten Perekonomian dan Admistrasi Pembangunan Pemprov Malut Ir Sri Haryanti Hutari.

Menurut Aidil Adha, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) pada Februari 2024 juga naik sebesar 1.36 persen poin menjadi 67,88 dibandingkan TPAK Februari 2023 (66,52 persen). 

Sementara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2024 tercatat sebesar 4,16 persen atau turun sebesar 0,44 persen poin dibandingkan TPT Februari 2024 (4,60 persen). 

Proporsi pekerja yang merupakan pekerja informal sebesar 62,89 persen.

"Sedangkan sebesar 37,11 persen merupakan pekerja formal," papar Aidil Adha

Ia menambahkan, sebaran pekerja menurut lapangan pekerjaan utama didominasi oleh penduduk yang bekerja di sektor pertanian yaitu sebesar 25,93 persen. 

Terdapat sebesar 33,94 persen pekerja yang bekerja tidak penuh (jam kerja kurang dari 35 jam dalam seminggu terakhir), terdiri dari 7,73 persen setengah penganggur dan 26,21 pekerja paruh waktu

Penduduk usia kerja (PUK) merupakan semua orang yang berumur 15 tahun ke atas. 

Penduduk usia kerja cenderung meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk di Maluku Utara.

Penduduk usia kerja pada Februari 2024 sebanyak 986,9 ribu orang, naik sebanyak 15,9 ribu orang dibanding Februari 2023.

Sebagian besar penduduk usia kerja merupakan angkatan kerja yaitu 669,9 ribu orang (67,88 persen). Sisanya termasuk bukan
angkatan kerja

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) naik menjadi 67,88 persen dibandingkan Februari 2023 (66,52 persen).

TPAK adalah persentase banyaknya angkatan kerja terhadap penduduk usia kerja.

Peningkatan TPAK mengindikasikan bahwa terjadi peningkatan penduduk usia kerja yang aktif di pasar kerja baik menjadi penduduk bekerja maupun sebagai penganggur.

Berdasarkan jenis kelamin, TPAK laki-laki sebesar 80,40 persen dan TPAK perempuan sebesar 54,56 persen.

Dibandingkan Februari 2023, TPAK laki-laki mengalami penurunan sebesar 1,40 persen poin.

Sementara TPAK perempuan mengalami kenaikan sebesar 4,03 persen poin. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved