Ekspor Maluku Utara
April 2024, Ekspor Maluku Utara Tumbuh 1,36 Persen
Tidak hanya Ekpor, pada Mei 2024, Impor Maluku Utara tercatat capai USS 463.48 juta atau naik 71.41 persen dibanding April 2024
Penulis: Randi Basri | Editor: Munawir Taoeda
TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - BPS Maluku Utara menyampaikan rilis perkembangan Ekspor dan Impor, hingga neraca perdagangan barang di Maluku Utara Mei 2024.
Dalam rilis itu, BPS mencatat selama Mei 2024, nilai ekspor mencapai USD 1.010,37 juta atau naik 1,36 persen dibanding April 2024.
"Jumlah peningkatan ini disumbangkan oleh Ekspor komoditi besi dan baja, "kata Kepala BPS Maluku Utara, Aidil Adha, Rabu (19/6/2024).
Dia menyebut, selain besi dan baja, ada juga bahan komoditi seperti nikel, bahan kimia anorganik hingga ikan dan udang.
Baca juga: Pemkot Ternate Tinjau Renovasi Stadion Gelora Kie Raha, Homebase Malut United FC di Liga 1 2024-2025
Sementara untuk pangsa ekspor, besi dan baja ke India. Kemudian baja dan nikel ke Tiongkok.
"Untuk pelabuhan muat Ekspor itu mulai dari DKI Jakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Maluku Utara, itu pelabuhan yang disinggahi, "jelasnya.
Sementara untuk Impor sendiri, dari Mei 2024 tercatat capai USS 463.48 juta, juga naik 71.41 persen dibanding April 2024.
Dari peningkatan itu lanjut Aidil, disumbang lebih banyak oleh komoditas mesin-mesin hingga perawat mekanik.
Selain itu juga, ada komoditi bahan bakar mineral, garam berlereng kapur, kenderaan, biji kerak hingga perabotan penerangan rumah.
"Dari jumlah itu, masih dominan pada komoditas mesin-mesin hingga perawat mekanik, "ungkapnya.
Kemudian untuk pangsa impor, bahan mineral ke Rusia. Mesin dan peralatan listrik ke Tiongkok.
Biji kerak dan abu logam ke Pilipina, dan negara lainya ada garam, belerang, kapur dan bahan kimia anorganik.
Baca juga: Jadwal Kapal Ternate ke Ambon Hari Ini Bulan Juni dan Juli 2024, Beli Tiket Resmi PELNI KM Dorolonda
"Sedangkan untuk surplus neraca perdagangan Maluku Utara pada Mei 2024 tercatat USD 548.89 juta."
"Angka ini terbilang menurun dibandingkan April 2024, yang tercatat USD 726.38 juta."
"Hal ini disebabkan oleh nilai Impor mesin dan pesawat mekanik cukup tinggi pada Mei 2024, "pungkasnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.