Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Euro 2024

Euro 2024 dan Copa America: Ketidakpastian Itu Indah

Jika keindahan total football Belanda adalah by design, keindahan sepakbola Brasil (jogo bonito) adalah warisan budaya nasional.

dokumen pribadi
dr Willy Kumurur 

Oleh: Willy Kumurur
Penikmat Bola

MENGAPA sepakbola disebut sebagai olahraga paling popular di dunia? Bola itu popular karena keindahannya.

Demikian pendapat Daniel Haxall, seorang Professor of Art History di Kutztown University, USA.

Sepakbola itu indah karena daya tarik seni dan estetikanya. Tulis Prof. Haxall dalam bukunya Picturing the Beautiful Game- A History of Soccer in Visual Culture and Art.

Keindahan sepakbola terletak pada ketidak-pastiannya, ujar Arsene Wenger, manajer pelatih klub Inggris Arsenal (1996-2018).

Wenger mengakui bahwa ketidakpastian membuatnya gelisah sebelum pertandingan, namun mengklaim bahwa permainan bola tidak akan begitu populer secara universal jika bola itu logis.

“Tentu saja saya merasa gugup sebelum pertandingan karena sepak bola bukanlah matematika,” kata Wenger.

Baca juga: Curahan Hati Wbeymar Angulo Usai Putuskan Berseragam Malut United FC untuk Liga 1 2024-2025

“Dalam matematika setiap hari Anda tahu bahwa satu tambah satu adalah dua. Dalam sepak bola, satu pemain ditambah satu pemain tidak selalu berarti dua pemain. Sepakbola itu indah karena tidak dapat diprediksi (unpredictable).”

Menyaksikan pertandingan yang indah memupuk hubungan indah dari semangat bersama, tulis Yael Averbuch dalam kolomnya di surat kabar The New York Times.

Karena itulah, pencinta bola akan menikmati keindahan yang dipresentasikan oleh sepakbola selama kurun waktu sebulan penuh dari pertengahan Juni hingga medio Juli 2024, berkat adanya dua turnamen besar di dua benua yaitu Euro 2024 yang berlangsung di Jerman dan Copa America 2024 yang diselenggarakan di Amerika Serikat.

A thing of beauty is a joy forever (sesuatu yang indah adalah keceriaan abadi), demikian tutur penyair John Keats, dalam sajaknya, hampir dua ratus tahun lalu.

Di tahun 1974, paradigma tentang keindahan semakin “kaya” ketika lahir sebuah thesis: keindahan akan selalu dikenang, bahkan melebihi kemenangan.

Tesis ini merupakan sebuah penghormatan terhadap “kekalahan suci” Belanda dari Jerman Barat di final Piala Dunia 1974.

Sejak awal Piala Dunia di Jerman Barat itu, total football Tim Oranye memukau dan menyihir dunia dengan keindahan seni menyerang dan bertahan sama baiknya.

Dalam perjalanan menuju puncak, tim Belanda menyingkirkan Polandia, Italia, Argentina dan di putaran kedua "The Orange" Belanda menumbangkan Tim “Selecao" Brasil 2-0 lewat gol Johan Neeskens dan Johan Cruyff.

Baca juga: Branco Ex Bintang Brasil dan Bos Palmeiras Puji Estevao Willian, Calon Bintang Chelsea Setara Neymar

Halaman
12
Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved