Sabtu, 30 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Benny Laos Meninggal

2 Update soal Benny Laos: Sherly Tjoanda Resmi Jadi Calon Gubernur dan Keterangan Nahkoda Speedboat

Di antaranya adalah istri mendiang Benny Laos, Sherly Tjoanda, yang resmi  mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon (Bacalon) Gubernur Maluku Utara.

Tayang:
Editor: Ifa Nabila
Tangkapan layar pada video viral
Sherly Tjoanda saat dihubungi Surya Paloh di Rumah Duka Rumah Duka dan Krematorium Sentosa, Jakarta, Selasa (15/10/2024). Nyatakan siap gantikan posisi Almarhum Benny Laos sebagai Cagub Maluku Utara. Simak dua kabar terbaru terkait meninggalnya calon Gubernur Maluku Utara, Benny Laos, dalam insiden speedboat yang terbakar pada Sabtu (12/10/2024). 

TRIBUNTERNATE.COM - Simak dua kabar terbaru terkait meninggalnya calon Gubernur Maluku Utara, Benny Laos, dalam insiden speedboat yang terbakar pada Sabtu (12/10/2024).

Di antaranya adalah istri mendiang Benny Laos, Sherly Tjoanda, yang resmi  mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon (Bacalon) Gubernur Maluku Utara.

Serta penuturan nahkoda speedboat Bela 72 yang terbakar hingga menewaskan Benny Laos.

Baca juga: Rumor Speedboat Benny Laos Terbakar karena Orang Tak Dikenal, Nahkoda Bela 72 Klarifikasi: Ada Oknum

Baca juga: 4 Berita Maluku Utara Populer: Sherly Tjoanda Daftar Cagub Hingga Warga Taliabu Diterkam Buaya

Sherly Tjoanda Resmi Daftar Bacalon Gubernur Maluku Utara

Sherly menggantikan Benny Laos yang meninggal dalam insiden kebakaran speedboat di Pelabuhan Desa Bobong, Kabupaten Pulau Taliabu.

Ia resmi mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon (Bacalon) Gubernur ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku Utara pada Kamis (17/10/2024).

Pendaftaran Sherly diwakili oleh pasangannya, Calon Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe.

Dalam kesempatan itu, Sarbin menyampaikan rasa terima kasih kepada delapan partai politik yang memberikan ruang bagi Sherly untuk menggantikan posisi Benny Laos dalam pencalonan.

“KPU telah menerima semua berkas pendaftaran, dan alhamdulillah semuanya berjalan dengan baik meskipun di tengah suasana duka. Namun, proses demokrasi tetap harus berlangsung,” ujar Sarbin.

Sarbin juga menegaskan, ia dan Sherly berkomitmen melanjutkan visi besar yang diusung oleh Benny Laos, yaitu menciptakan Maluku Utara yang sejahtera dan berkeadilan.

Menurutnya, Sherly secara mental siap melanjutkan perjuangan suaminya dan akan segera turun ke desa-desa untuk berkampanye setelah masa perawatan selesai.

“Secara mental dan fisik, Ibu Sherly dinyatakan sehat oleh dokter. Meski masih membutuhkan perawatan di Jakarta, beliau siap untuk maju dan membawa program berkelanjutan bagi Maluku Utara,” jelas Sarbin.

Di akhir pernyataannya, Sarbin menyampaikan duka yang mendalam atas meninggalnya enam korban dalam insiden kebakaran tersebut, termasuk Benny Laos.

Ia juga menyatakan keyakinannya untuk memenangkan Pilkada Maluku Utara yang akan berlangsung pada 27 November 2024.

“Ini adalah pertarungan, dan tentu saja kami optimis untuk menang,” tutupnya dengan penuh keyakinan.

Keterangan Nahkoda Speedboat

 Sempat muncul rumor bahwa speedboat Bela 72 yang terbakar hingga menewaskan Cagub Maluku Utara Benny Laos mengalami insiden karena orang tak dikenal (OTK).

Nahkoda speedboat Bela 72, Rahmat, memberi klarifikasi terkait rumor yang beredar.

Rahmat menyebut, narasumber yang memberikan keterangan dalam berita tersebut atas nama Budi bukan kru Bela 72. 

"Dan apa yang termuat dalam berita tersebut tidak benar," ungkap Rahmat dalam video klarifikasinya yang tersebar di media sosial.

Meski begitu ia tak menampik jika seusai insiden, ia diwawancarai oleh seseorang.

Di mana seseorang tersebut mengaku pegawai Pemkab Pulau Taliabu

"Statement saya kepada yang bersangkutan bahwa pada saat tiba di Pelabuhan Bobong, rombongan Pak Benny Laos turun dari speedboat dan dijemput oleh masyarakat."

"Lalu naik dua orang yang tidak dikenal di atas speedboat, dan duduk dibelakang dekat mesin, lalu meminta kaos Bela 72 namun belum diberikan kru speedboat."

"Lalu beberapa saat kemudian kedua orang tersebut langsung turun dari speedboat ke atas dermaga," ungkapnya.

Lanjutnya, rombongan Benny Laos melakukan kegiatan di Ibukota Bobong Pulau Taliabu sekitar 4 jam.

Setelah itu rombongan kembali ke Pelabuhan, dan para kru speedboat sementara lakukan Banker BBM dari galon ke dalam tangki.

Saat itu Benny Laos dan rombongan langsung naik ke dalam speedboat.

Sembari memerintah kru menyalakan mesin genset, agar ACU dapat dihidupkan.

Dalam proses Banker BBM tersisa dua galon setengah, terdengar ledakan dari dalam speedboat.

"Statement di atas yang saya berikan kepada oknum yang mengaku dari Pemkab."

"Namun yang muncul di pemberitaan sangat-sangat berbeda, sehingga saya nyatakan berita itu tidak benar," tegasnya.

"Demikian yang perlu saya sampaikan. Saya mengimbau kepada basudara Maluku Utara agar tidak terprovokasi dengan pemberitaan sebelumnya," tutupnya. (*)

KNKT Pantau Speedboat

Komite Nasional Keselamatan Trasnportasi (KNKT) memantau bangkai speedboat BELA 72 milik mendiang Benny Laos yang telah dievakuasi di pesisir pantai Desa Bobong, Kecamatan Taliabu Barat, Pulau Taliabu, Maluku Utara.

Pantauan TribunTernate.com, Tim KNKT berjumlah 4 orang itu didampingi Kapolres Pulau Taliabu, AKBP Totok Handoyo, Kasat Reskrim Polres Pulau Taliabu, AKP I Komang, dan tim Inavis di lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kapolres Pulau Taliabu AKBP Totok Handoyo menyampaikan, KNKT akan melaksanakan investigasi perihal penyebab kecelakaan speedboat tersebut.

"Sementara investigasi," singkat AKBP Totok Handoyo, via WhatsApp, Kamis (17/10/2024).

Seperti dilansir TribunSolo.com, Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi menegaskan akan menurunkan KNKT untuk investigasi perihal penyebab kecelakaan speedboat Bela 72.

"Kita turunkan KNKT, tentu bekerjasama dengan kepolisian. Agar mengetahui sebab kecelakaan, dan juga penyebab itu dijadikan suatu pelajaran mengenai pergerakan kapal di Maluku Utara," kata Budi saat kunjungan kerja  di Stasiun Klaten, Kelurahan Klaten, Kecamatan Klaten Tengah, Kabupaten Klaten, Minggu (13/10/2024) kemarin.

Polisi Umumkan Hasil Lab

Sampel barang bukti (BB) kebakaran speedboat milik Benny Laos sebanyak 4 item telah diserahkan kepada Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri dan Labfor Polda Sulawesi Utara, Selasa (15/10/2024) malam.

Kapolres AKBP Totok Handoyo mengatakan, sampel barang bukti tersebut akan diuji oleh tim Labfor di Manado, Sulawesi Utara.

"Hasilnya paling lambat akan diumumkan pada Senin 21 Oktober 2024, pekan depan," ungkap Totok Handoyo, Rabu (16/10/2024).

Lanjutnya, sampel barang bukti yang akan diuji meliputi swab tangki bagian dalam speedboat, abu arang baik itu bodi fiber, rangka kapal dan juga abu arang kain pakaian, dan kardus.

"Sampel cairan dalam jerigen sisa di dermaga yang belum diisikan ke dalam tangki Speedboat juga di uji," tukasnya.

Diketahui, pengujian sampel barang bukti ini bagian dari langkah Penyelidikan penyebab kebakaran speedboat Bela 72 milik Benny Laos di Pelabuhan Regional Bobong, Pulau Taliabu, Maluku Utara pada Sabtu (12/10/2024).

(TribunTernate.com/ Laode Havidi, Sansul Sardi)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved