Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pelajar Terjangkit Sifilis

30 Pelajar di Halmahera Selatan Malut Idap Sifilis: Tidak Hanya Kontak Seksual, Begini Penularannya

Munculnya luka atau lesi pada kulit ini juga menjadi tanda bahwa Sifilis bisa menular ke orang lain selain dengan kontak seksual

|
Kolase TribunTernate.com/Dok canva.com
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, Asia Hasyim (kanan) ketika menjelaskan puluhan pelajar terkonformasi Sifilis, Rabu (6/11/2024). ILUSTRASI Sifilis (kiri). 

Penularan atau perpindahan bakteri tersebut bisa terjadi melalui berbagai cara berikut.

1. Kontak Seksual

ilustrasi kontak seksual
ILUSTRSI pengaman jika melakukan kontak seksual.

Seperti yang diketahui, kontak seksual menjadi jalur paling utama dan paling sering terjadi dalam kasus Sifilis

Penularannya bisa terjadi secara oral, vaginal, bahkan anal. 

Ketika seseorang yang memiliki luka Sifilis pada organ intimnya melakukan hubungan seks tanpa menggunakan alat pengaman, bakteri akan sangat mudah berpindah ke pasangan. 

Beberapa hari setelah penularan terjadi, luka Siflis akan mulai muncul pada anus, skrotum, vagina, penis, bahkan hingga mulut. 

Sayangnya, orang-orang yang mengidap penyakit ini sering kali tidak menyadari bahwa terdapat luka pada alat kelaminnya. 

Kondisi ini akan mengakibatkan penyebaran yang lebih luas lagi, terutama jika aktif secara seksual atau sering berganti pasangan.

2. Jarum Suntik Tidak Steril

ILUSTRASI jarum suntik
ILUSTRASI jarum suntik (pexels.com/Karolina Grabowska)

Selain kontak seksual, penularan Sifilis juga bisa terjadi karena penggunaan jarum suntik yang tidak steril. 

Ini artinya, orang-orang yang menggunakan obat terlarang secara suntik sudah pasti berisiko terserang penyakit ini, meski tidak melakukan hubungan seksual dengan pengidap.

Proses transfusi darah juga menjadi aktivitas penggunaan jarum suntik yang tidak steril. 

Meski begitu, kondisi ini lebih jarang terjadi karena setiap pendonor akan menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum melakukan donor darah.

3. Penularan Ibu Hamil ke Janin

ILUSTRASI Ibu hamil
ILUSTRASI Ibu hamil (Pexels/freestocks.org)

Jika ibu hamil mengidap Sifilis, risiko penularan pada janin terbilang sangat tinggi. 

Perlu diketahui bahwa Sifilis menjadi gangguan kesehatan yang sangat membahayakan bagi bayi, karena akan meningkatkan risiko terjadinya gangguan tumbuh kembang, kejang, dan kelahiran mati.

Maka penting sekali untuk melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin guna menghindari komplikasi yang tidak diinginkan. 

4. Kontak Langsung dengan Luka Terbuka

ilustrasi luka terbuka
ILUSTRASI luka terbuka.

Luka terbuka pada pengidapSsifilis perlu diwaspadai karena bisa menjadi cara penularan pada orang lain. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved