Selasa, 12 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Hari Hak Asasi Manusia Sedunia, BEM FATEK-UMMU Ternate Gelar Dialog Publik HAM di Dunia Pendidikan

Kegiatan ini berlangsung di RK Cafe, Kelurahan Sasa, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, Selasa (10/12/2024) pukul 20.00 WIT

Tayang: | Diperbarui:
Dok BEM FATEK-UMMU Ternate
Para Pembicara dalam Dialog HAM bertajuk “Lingkungan Hidup Sebagai HAM & Kesadaran HAM Di Dunia Pendidikan”. Selasa (12/12/2024). 

TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Dalam rangka memperingati hari Hak Asasi Manusia Sedunia, BEM FATEK-UMMU Ternate melaksanakan Dialog HAM bertajuk “Lingkungan Hidup Sebagai HAM & Kesadaran HAM Di Dunia Pendidikan”.

Kegiatan ini berlangsung di RK Cafe, Kelurahan Sasa, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, Selasa (10/12/2024) pukul 20.00 WIT.

Menteri Hukum Dan HAM BEM FATEK-UMMU Ternate Abi Hurairah meyampaikan, penyelenggaraan dialog ini untuk memperkuat pemahaman publik.

dialog ham bem fatek ummu ternate
Menteri Hukum Dan HAM BEM FATEK-UMMU Ternate Abi Hurairah dalam Dialog HAM bertajuk “Lingkungan Hidup Sebagai HAM & Kesadaran HAM Di Dunia Pendidikan”. Selasa (12/12/2024).

Terutama di kalangan dunia pendidikan, mengenai pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai HAM dan kesadaran lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. 

Dengan menumbuhkan kesadaran ini, kata Abi Hurairah, diharapkan generasi muda dapat lebih aktif dalam memperjuangkan hak mereka dan menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.

Terpisah, Direktur Pusat Studi Konsitusi dan Demokrasi Muhammad Hasan Basri, yang hadir sebagai Pembicara 1 menyampaikan, sebelum Indonesia merdeka para pendiri bangsa telah menginginkan agar dalam UUD 1945 mengatur rumusan tentang HAM. 

Hasan Basri menjelaskan, Muhammad Hatta dan Muhammad Yamin dalam sidang BPUPKI mengatakan bahwa HAM mesti diatur agar para penyelenggara negara tidak bertindak sewenang-wenang.

Hasan Basri melanjutkan, setelah diamandemen sebanyak 4 kali, rumusan HAM lebih banyak diatur dalam UUD 1945 setelah 26 tahun jatuhnya rezim otoriter dan masa transisi. 

Kata Hasan Basri, sejumlah indeks demokrasi menurun, bahkan Freedom House pada tahun 2023 memberikan skor 58 dengan status demokrasi di Indonesia sebagai partly free atau terbuka sebagian. 

"Penyampaian ruang gerak Masyarakat sipil dipersempit, pembungkaman kritik, hingga serangan terhadap aktivis HAM dan lingkungan hidup." Kata Hasan Basri.

Implementasi HAM, Hasan Basri melanjutkan, tergabung dari ketersediaan instruktur kelembagaan, mekanisme dan komitmen penyelenggara negara.

Adapun hadir sebagai Pembicara 2, dari Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Maluku Utara, Analis Kekayaan Intelektual Ahli Madya Mohammad Ikbal.

Mohammad Ikbal dalam dialog menyampaikan, semangat mempromosikan keharmonisan dalam keberagaman, berarti memerangi diskriminasi, prasangka, intoleransi dan ketidaksetaraan.

Kata Mohammad Ikbal, peringatan hari HAM Sedunia ini menjadi momentum untuk bersama-sama merefleksikan prinsip dan nilai-nilai HAM serta merenungkan perjalanan dari Universal Declaration Of Human Right.

"Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan dan merupakan anugerah yang wajib di hormati, dijunjung tinggi, dan di lindungi oleh negara, Hukum, pemerintah," 

"Dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia yang di amanatkan oleh Konsitusi UUD 1945 dan UUD Nomor 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia." Pungkas Mohammad Ikbal. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved