Sherly Tjoanda
Sherly Tjoanda Liburan ke Luar Negeri Bareng 3 Anaknya, Beri Kabar Gembira Ini ke Benny Laos
Calon Gubernur Maluku Utara terpilih, Sherly Tjoanda, menyempatkan diri berlibur ke luar negeri bersama tiga anaknya.
Penulis: Ifa Nabila | Editor: Ifa Nabila
Sherly Tjoanda mematahkan berbagai mitos dengan statusnya.
Yang pertama adalah mitos bahwa di Maluku Utara identik dengan pimpinan raja dan bukan ratu.
Sherly Tjoanda menjadi perempuan pertama yang kini bakal memimpin negeri Kolano.
Ia juga tercatat sebagai triple minority. Selain karena perempuan, Sherly Tjoanda juga memiliki darah keturunan Tiongkok serta pemeluk agama Kristiani.
Dengan statusnya itu, Sherly Tjoanda bersama Sarbin Sehe tetap bisa mengalahkan para calon raja alias tiga kandidat pilgub lainnya.
3. Harapan untuk Generasi Muda
Sherly Tjoanda berharap, dirinya bisa meningkatkan kualitas SDM Maluku Utara agar bisa mendapatkan uang atau penghasilan dengan cepat.
Salah satunya adalah melalui pendidikan sebagai content creator.
Dalam sebuah wawancara yang diunggah kembali di laman media sosial Sherly Tjoanda, istri mendiang Benny Laos itu mengungkapkan beberapa misinya.
Selain memperbaiki kesehatan dan infrastruktur daerah, pendidikan tentunya hal yang juga akan menjadi perhatian besar.
"SDM menjadi salah satu program, selain menggratiskan pendidikan juga harus berkualitas," ujar ibu tiga anak tersebut.
Beberapa programnya termasuk membuat SMK yang memiliki jurusan sesuai dengan perkembangan zaman.
Sherly Tjoanda ingin muda-mudi Maluku Utara punya kemampuan sebagai content creator, khususnya untuk mempromosikan Malut sendiri.
"Kita akan bikin SMK vokasi yang memang yang lulus dari SMK tersebut siap pakai skill-skill yang seperti sekarang dibutuhkan, videografer, fotografer, konten kreator yang bisa menghasilkan uang yang cepat."
"Dan memang kan tidak semua orang ditakdirkan untuk di belakang meja dengan pekerjaan administrasi, kita tidak ada yang bisa mempromosikan Maluku Utara sebaik putra-putri Maluku Utara itu sendiri."
"Tapi kan mereka enggak punya skill storytelling, ngedit foto video, tapi kan itu sebenarnya enggak butuh empat tahun belajar ya, kayak sebentar saja kemudian ada yang meng-guide, ada ekosistem yang healthy, ada local hero."
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.