Sherly Tjoanda
Kaleidoskop Politik Sherly Tjoanda: Gantikan Benny Laos hingga Patahkan Mitos Pemimpin Perempuan
Berikut ini kaleidoskop perjalanan politik calon Gubernur Maluku Utara terpilih, Sherly Tjoanda.
Penulis: Ifa Nabila | Editor: Ifa Nabila
TRIBUNTERNATE.COM - Berikut ini kaleidoskop perjalanan politik calon Gubernur Maluku Utara terpilih, Sherly Tjoanda.
Kehidupan Sherly Tjoanda berubah 180 derajat hanya dalam beberapa bulan saja sejak kematian tragis sang suami, Benny Laos.
Sherly Tjoanda mau tidak mau menggantikan Benny Laos mencalonkan diri di Pilgub Malut 2024 bersama Sarbin Sehe.
Baca juga: Sherly Tjoanda Natal Pertama tanpa Benny Laos: Tuhan, Titip Pelukan untuk Orang yang Saya Cintai
Baca juga: Kaleidoskop Maluku Utara 2024: Kasus AGK, Benny Laos Meninggal, Sherly Tjoanda Catat Sejarah Baru
1. Desakan setelah Meninggalnya Benny Laos
Sherly Tjoanda langsung menghadapi tekanan besar setelah kehilangan Benny Laos.
Bagaimana tidak, setelah meninggalnya Benny Laos dalam kebakaran speedboat di pertengahan Oktober 2024 lalu, Sherly Tjoanda sudah harus membuat keputusan besar.
Pasalnya, sudah menjadi aturan dari KPU untuk hanya memberi waktu tujuh hari mencari pengganti Benny Laos.
Momen itu terjadi tepat sehari setelah insiden nahas kebakaran kapal yang ditumpangi Benny Laos dan timnya.
Sehari setelah kecelakaan tanggal 12 Oktober 2024 itu, Sherly Tjoanda yang masih berduka sudah harus memberi keputusan besar sebagai calon Gubernur Maluku Utara.
"Belum (di rumah sakit), saya masih di Bobong. Jadi kejadiannya di Bobong. Bobong itu Taliabu, salah satu kabupaten di Maluku Utara, tanggal 12 Oktober kejadiannya."
"Kemudian besok paginya tangal 13 pagi saya masih ada di Bobong karena menunggu helikopter mengevakuasi saya, karena di Bobong itu tidak ada lapangan terbang."
"Dan waktu itu Pak Alimin, Ketua Partai Gelora (Malut), datang ke saya dan bertanya, karena KPU itu hanya memberikan waktu tujuh hari sejak kejadian, dan harus ada penggantinya segera."
"Kalau tidak, waktu itu kita (nomor urut) 04 akan didikualifikasi. Sehingga mereka tanggal 12 malam katanya berembug dan hasil rembugan dan hasil WhatsApp dari masyarakat mintanya saya menggantikan Bapak."
"Tanggal 13, Pak Alimin Ketua Gelora Maluku Utara datang bertemu saya menanyakan apakah saya mau menggantikan almarhum, kemudian saya bilang saya itu tidak mengerti politik, dan saya seorang perempuan," jelasnya dalam sebuah wawancara.
Saat sudah diterbangkan ke Jakarta, Sherly Tjoanda masih ditekan dengan tuntutan memberi jawaban kesiapan menggantikan Benny Laos.
Namun, yang paling dinantikan Sherly Tjoanda adalah restu dari ketiga anaknya, meski masyarakat sudah setuju.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.