Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Gantung Diri

Sepekan 2 Warga Ditemukan Meninggal Tak Wajar di Ternate, 1 Korban Mahasiswi

Diduga korban yang masih berusia 18 tahun itu sempat cekcok dengan pacarnya via whatsApp. Polisi masih selidiki.

Tribunsumsel.com
Ilustrasi korban bunuh diri. Sepekan terakhir, dua warga ditemukan meninggal dalam kondisi tergantung di Kota Ternate, Maluku Utara. 

TERNATE - Sepekan terakhir, dua orang ditemukan meninggal tak wajar di Kota Ternate, Maluku Utara.

Satu di antara korban tersebut adalah mahasiswi berinisial AI. Usianya 18 tahun.

Ia ditemukan meninggal dalam kondisi tergantung di rumahnya, Kecamatan Ternate Selatan, Rabu malam (15/1/2025).

Tiga hari kemudian atau Sabtu siang  (18/1/2025), seorang pria dewasa ditemukan meninggal dalam kondisi tergantung. 

Korban berinisial BD itu ditemukan di sebuah gudang di Kecamatan Ternate Tengah.

BD diketahui sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek. 

Berikut fakta-fakta dua peristiwa tersebut:

1. Sempat Berdebat dengan Pacar

Kasi Humas Polres Ternate AKP Umar Kombong menceritakan bahwa AI ditemukan meninggal dalam kondisi tergantung menggunakan tali di pintu dapur rumahnya, Rabu malam (15/1/2024).

Korban yang masih berstatus mahasiswi itu pertama kali ditemukan oleh sepupunya bernama Umi.

Polisi telah meminta keterangan beberapa saksi. Di antaranya paman korban bernama Aslan.

Aslan menceritakan, ia meninggalkan rumah korban sekira pukul 10 malam. 

Sekira sejam kemudian, Aslan mendapat panggilan yang menyebut bahwa ponakannya telah gantung diri. 

Ia kemudian bergegas pulang.

Sesampainya di rumah, Aslan mendapati AI dalam posisi tergantung menggunakan tali di pintu dapur. 

Korban sempat dilarikan ke RSUD Chasan Boesorie Ternate.

Namun dokter di bagian IGD menyatakan korban telah meninggal.

Tak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban, kecuali bekas tali di leher AI.

Saat polisi datang di lokasi kejadian, ditemukan tali dan kursi yang dijadikan tumpuan korban.

Juga ada pisau yang diduga korban memotong tali. 

Menurut Umar Kombong, rumah korban saat itu dalam keadaan rapi.

Polisi telah melakukan visum terhadap korban. Namun pihak keluarga korban menolak dilakukan otopsi lebih lanjut.

Sebelum ditemukan tewas tergantung, AI yang masih berusia 18 tahun itu diduga sempat berdebat dengan pacarnya via whatsApp. 

Apakah pertengkaran korban dengan pacarnya melalui whatsApp menjadi motif korban bunuh diri?

Polisi belum mau buru-buru menyimpulkan.

"Kami masih akan menyelidiki kronologi dan motif kasus ini," jelas Umar Kombong kepada wartawan. (*)

2. Tukang Ojek Asal Tobelo Halmahera Utara

Polisi mendatangi lokasi kejadian di Kecamatan Ternate Tengah, Sabtu (18/1/2025).
Polisi mendatangi lokasi kejadian di Kecamatan Ternate Tengah, Sabtu (18/1/2025). (TribunTernate.com/M. Julfikram Suhadi)

Seorang pria dewasa ditemukan meninggal tak wajar di Kelurahan Marikurubu, Kota Ternate, Maluku Utara, Sabtu siang (18/1/2025). 

Korban berinisial BDD itu ditemukan dalam posisi tergantung di sebuah gudang. 

BDD diketahui sehari-hari bekerja sebagai tukang ojeknya. Berusia 36 tahun. 

Berdasarkan KTP-nya, korban asal Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, Malut. 

"Polisi mendapat laporan kasus ini hari itu juga sekira pukul 12.40 WIT," ujar Kapolsek Ternate Utara Iptu Wahyudin, kemarin.

Polisi kemudian ke lokasi kejadian. Lalu meminta keterangan saksi dan membawa korban ke rumah sakit untuk divisum.

Menurut Wahyudin, korban pertama kali ditemukan oleh saksi Sumaya dan Hariyana. 

Saat itu Sumaya baru pulang dari pasar. Ia kemudian mengajak Hariyana mencari korban. 

Alasannya sejak pagi korban tak dilihatnya. 

Awalnya Sumaya mencari BDD di kamar korban. Namun hanya ditemukan dompet miliknya. 

Saksi kemudian menelpon sembari berjalan mencari korban. Namun tak mendapat respon.

Saat berjalan di depan gudang, saksi melihat pintu gudang dalam keadaan terbuka. 

Saksi kemudian masuk mengecek. 

Ketika masuk, korban terlihat sudah tergantung kain merah dengan kaki menyentuh tanah. 

Wahyudin menambahkan, korban sempat menulis status di whatsApp sehari sebelumnya dengan tulisan "Pamit Undur Diri. 

Pihak keluarga korban menolak dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. 

Jenazah korban kemudian dibawa pulang ke kampung halamannya di Tobelo, Halmahera Utara. (*)

Kontak Bantuan

Bunuh diri bisa terjadi saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu.

Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup. Anda tidak sendiri.

Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan atau rasa depresi yang ada.

Jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit atau klinik terdekat yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa. 

Anda juga bisa simak DI SINI

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved