Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pulau Taliabu

Polres Taliabu Amankan Pemilik Akun Facebook Suty La Teba Usai Posting Gambar Palu Arit

Pemilik akun facebook @Suty La Teba berhasil diamankan ke Mapolres Pulau Taliabu, Maluku Utara, Jum'at (7/2/2025) malam

|
Penulis: Laode Havidl | Editor: Sitti Muthmainnah
TribunTernate.com/istimewa
PALU ARIT - Tangkapan layar postingan akun Facebook bernama Suty La Teba. Pemilik akun diamankan Polres Taliabu usai memposting palu arit, Sabtu (8/2/2025). 

TRIBUNTERNATE.COM, TALIABU - Pemilik akun facebook @Suty La Teba berhasil diamankan ke Mapolres Pulau Taliabu, Maluku Utara, Jum'at (7/2/2025) malam.

Ia diamankan usai mengunggah sticker bergambar palu arit atau lambang kaum komunis, pada foto sampul facebooknya tertanggal 21 Januari 2025.

Dalam stiker terlihat beberapa gambar tokoh komunisme serta tulisan dalam bahasa Rusia yang diartikan "Lenin hidup-lenin hidup, akan ada kehidupan."

Baca juga: Anehnya Enzo Maresca, Akui Idenya Rekrut Joao Felix, Fans Kesal: Terus Kenapa Tidak Dimainkan?

Selain itu, akun facebook Suty La Teba pada postingan lainnya mengunggah kalimat yang bertuliskan "Selain diberikan kebebasan beragama dan berpendapat di muka umum oleh negara, kita juga diberikan kebebasan untuk memilih ideologi/aliran dalam menentukan arah gerakan kita dalam perjuangan."

Kapolres Pulau Taliabu, AKBP Totok Handoyo, menyampaikan pemilik akun tersebut telah diinterogasi terkait dugaan penyebaran Ideologi komunisme melalui media sosial, yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.

"Sekitar 21.18 WIT, anggota Sat Intelkam Polres Pulau Taliabu melakukan pencarian terhadap yang bersangkutan dan dibawa ke ruang Sat Intelkam Polres Pulau Taliabu dan di lakukan interogasi," ungkap AKBP Totok Handoyo, Sabtu (8/2/2025).

Ia menjelaskan, setelah dilakukan interogasi, yang bersangkutan menyatakan postingannya tidak memiliki tujuan politik atau propaganda.

Melainkan hanya bentuk refleksi pribadi dan pengingat akan perjuangan sosial yang dipelajari dari literatur komunis.

Di mana, unggahannya itu dibuat pada 17 Januari 2025, setelah dirinya membaca buku karya Lenin yang berjudul The Proletarian Revolution and The Renegate Kausky.

"Yang bersangkutan mengklaim bahwa aksinya tidak bermaksud menyebarluaskan atau mengembangkan paham komunisme di Indonesia," terangnya.

Baca juga: Declan Rice Masih Punya Malu, Jamie Carragher Sorot Pemain Arsenal Arogan ke Man City: Belum Menang

Diketahui, dari hasil interogasi polisi belum menemukan kecurigaan pemilik akun facebook Suty La Teba terlibat dalam gerakan terorganisir atau jaringan PKI di Indonesia, khususnya di Pulau Taliabu.

Akan tetapi, unggahannya dapat memicu persepsi negatif di lingkup sosial, sehingga dimungkinkan berpotensi pada kegaduhan publik.

"Yang bersangkutan masih terus dilakukan pengglian lebih mendalam mengenai pemahamannya guna mencegah polemik yang lebih luas di masyarakat," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved