Minggu, 17 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Graal Taliawo

Rapat Bersama Kementan, Dr Graal Taliawo Dorong Pertanian Maluku Utara 

"Berbicara pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Maluku Utara, maka harus bicara seputar pertanian dan perikanan, "kata Graal Taliawo

Tayang:
Penulis: Randi Basri | Editor: Munawir Taoeda
Dok Humas Graal Taliawo
PEMBANGUNAN: Dr. R. Graal Taliawo bersama Kementan Andi Amran Sulaiman 

Pertama, anggota DPD-RI kelahiran Wayaua, Bacan ini, menyoroti tentang petani dan produksi pertanian perkebunan.

Di Maluku Utara, generasi muda cenderung enggan bertani dan beralih ke profesi lainnya misalnya sektor pertambangan, sehingga pekerja di sektor pertanian menurun, pun beberapa produksi komoditas tertentu ikut menurun. 

Peralatan bertani pra dan pasca panen yang masih sederhana juga tersorot.

Saya merekomendasikan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian untuk menstimulasi generasi muda dan masyarakat usia produktif bertani: beasiswa pendidikan formal/nonformal bagi generasi muda di setiap desa yang berminat studi ilmu pertanian. 

"Juga mempertimbangkan penambahan jumlah penyuluh pertanian dengan sistem kerja yang jelas dan dampaknya terukur bagi petani, "jelasnya. 

Dr. Graal menambahkan bahwa perlu untuk melakukan pembenihan dan peremajaan komoditas di setiap desa supaya ada berkelanjutan komoditas.

Dan memberi dukungan peralatan dan perlengkapan bertani yang semi modern dan sederhana guna meningkatkan efisiensi dan efektivitas.

Hilirisasi Sektor Pertanian Perkebunan

Kedua, sesuai komitmen, Dr. Graal akan terus menyuarakan terkait hilirisasi di sektor pertanian perkebunan.

Selama ini produksi komoditas unggulan Maluku Utara kelapa, pala, cengkeh cenderung masih dalam bentuk mentah setengah mentah, belum menyasar produk olahan tertentu yang bernilai ekonomi lebih. 

Terlebih, masyarakat petani terkendala memasarkan produk olahan. Sisi lain, kemampuan sumber daya masyarakat petani Maluku Utara masih terbatas dalam mengolah hasil tani/kebun menjadi produk olahan tertentu, termasuk di area yang komoditasnya tinggi.

Dr. Graal mengusulkan ada pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat petani yang terhimpun dalam koperasi tani sekitar 22 unit di Maluku Utara untuk mengolah hasil pertanian perkebunan menjadi produk olahan tertentu yang bernilai tambah ekonomi.

Yakni meliputi transfer pengetahuan, pemberdayaan berbasis komunitas/UMKM, penyediaan alat pengolahan yang sederhana, dan cara memasarkan hasil olahan.

Lulusan Universitas Indonesia ini menekankan bahwa komoditas hasil tani/kebun perlu diolah terlebih dulu di daerah komoditas melalui pembangunan sentra hilirisasi pertanian di daerah yang kaya akan komoditas tertentu.

Maluku Utara juga perlu menggalakkan penanaman pangan lokal berbasis keluarga untuk pangan sehari-hari warga dengan pemberian bibit unggul dan pupuk organik.

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved