Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemkab Halmahera Selatan

Risiko Kerja Tinggi, Petugas DLH Halmahera Selatan Minta Lebih Diperhatikan

"Dengan risiko pekerjaan yang kami hadapi, jumlah ini (upah) masih jauh dari cukup, "ungkap Jalal, Petugas Pencemaran DLH Halmahera Selatan

Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Munawir Taoeda
Tribunternate.com/Nurhidayat Hi Gani
KESELAMATAN: Sejumlah petugas pencemaran dari DLH Halmahera Selatan saat beristirahat usai memangkas dahan pohon trembesi di Jl Kebun Karet, Kecamatan Bacan, Kamis (20/2/2025). Mereka meminta pemerintah lebih memperhatikan kesejahteraan 

TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Dilantiknya Bassam Kasuba dan Helmi Umar Muchsin sebagai Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Selatan 2025-2030, membawa harapan baru bagi masyarakat. 

Satu di antaranya, para petugas di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang bertugas di bagian pencemaran.

Mereka menyampaikan aspirasi terkait kesejahteraan, dan perlindungan kerja yang dinilai masih kurang.

Muhamad Nur Jalal, seorang petugas berharap pemerintahan yang baru lebih memperhatikan kondisi mereka.

Baca juga: Festival Kora-Kora Masuk KEN 2025, Tauhid Soleman: Sebuah Kehormatan

Pasalnya, pekerjaan dilakoni, risikonya sangat tinggi. Sebab para petugas pencemaran sering menghadapi tugas berbahaya, seperti memanjat pohon dan menggunakan gergaji mesin untuk memangkas dahan.

Tetapi sejauh ini, mereka belum mendapatkan asuransi dan upah yang layak dari Pemkab Halmahera Selatan.

"Di bagian pencemaran ini ada lima orang. Saya dan Kamal Kader menerima Rp 3 juta per bulan."

"Sedangkan tiga rekan kami yaitu Abdullah Togubu, Erwin M. Nur, dan Lawaro Anwar hanya Rp 2,5 juta."

"Dengan risiko pekerjaan yang kami hadapi, jumlah ini masih jauh dari cukup, "ungkap Jalal, Jumat (21/2/2025).

Keluhan serupa disampaikan Abdullah Togubu. Ia menekankan pentingnya perhatian pemerintah daerah terhadap pekerja seperti mereka.

"Pekerjaan kami berisiko tinggi, dan kesejahteraan masih kurang diperhatikan. Kami harap pemerintah memberikan solusi, "katanya.

Sebelumnya, Plt Kepala DLH Halmahera Selatan Samsu Abubakar mengatakan pemangkasan dahan pohon Trembesi di pinggir jalan dari tahun 2024 sampai awal 2025, sudah sekitar 300 pohon lebih.

Pemangkasan, dilakukan secara manual oleh para petugas Pencemaran. Langkah ini diambil ketika terjadi cuaca buruk atau ukuran pohon yang mulai membesar.

Samsu juga mengaku, ada sekitar 1000 pohon Trembesi dengan ukuran cukup besar berada pinggiran jalan di Kecamatan Bacan, Bacan Selatan dan Bacan Timur, yang merupakan bagian dari wilayah Kota Labuha.

"Kurang lebih ada 1000 pohon trembesi untuk membuat kota hijau, khususnya daerah ibu kota Labuha, "kata Samsu, Kamis (13/2/2025).

Baca juga: Peringati Milad, Ikatan Alumni Fakultas Hukum Unkhair Ternate Gelar Debat Antar Mahasiswa

Samsu menambahkan, pohon trembesi yang di tebang karena mengganggu fasilitas jalan raya yang berpotensi tumbang ketika diterpa cuaca buruk. Kemudian yang dapat mengganggu kabel listrik.

Samsu juga mengaku, pihaknya telah mendapat laporan terkait dengan ancaman pohon Trembesi terhadap para pengendara.

"Kami akan menggantikan atau menanam dengan yang baru, "pungkas Samsu Abubakar. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved