Sabtu, 2 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pulau Taliabu

Rakit dan Jalan Setapak Swadaya Jadi Solusi Lintas Penghubung 2 Kecamatan di Taliabu

Pembangunan infrastruktur di Pulau Taliabu, Maluku Utara, dinilai belum memadai. Kondisi ini membuat mobilitas warga antar-kecamatan harus ditempuh

Tayang:
Penulis: Laode Havidl | Editor: Sitti Muthmainnah
TribunTernate.com/Laode Havidl
JALUR - Jalan Setapak Swadaya dan Rakit jadi akses penghubung 2 kecamatan di Pulau Taliabu, Minggu (11/1/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, dinilai belum memadai.
  • Kondisi ini membuat mobilitas warga antar-kecamatan harus ditempuh dengan tenaga ekstra melalui jalanan berbatu dan medan yang cukup berat.
  • Kondisi tersebut terjadi pada akses penghubung antara Kecamatan Taliabu Barat Laut dan Kecamatan Lede. Selama bertahun-tahun, ruas jalan di wilayah ini tak pernah tersentuh pembangunan aspal.

TRIBUNTERNATE.COM, TALIABU – Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, dinilai belum memadai.

Mobilitas warga antar-kecamatan harus ditempuh dengan tenaga ekstra melalui jalanan berbatu dan medan yang cukup berat.

Kondisi tersebut terjadi pada akses penghubung antara Kecamatan Taliabu Barat Laut dan Kecamatan Lede. Selama bertahun-tahun, ruas jalan di wilayah ini tak pernah tersentuh pembangunan aspal.

Baca juga: Ramalan Shio Minggu Ini 12-18 Januari 2026: Hoki Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, Ular

Tak heran, warga kerap mengeluhkan kondisi jalan yang menjadi lintasan utama aktivitas mereka.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sempat membangun jalan rabat beton dengan anggaran mencapai miliaran rupiah.

Namun, proyek tersebut tidak rampung dan akhirnya menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Maluku Utara.

Rakit Swadaya Warga

Seiring berjalannya waktu, warga dari dua kecamatan tersebut kemudian berinisiatif membangun sarana transportasi laut berupa rakit penghubung antara Desa Nggele dan Desa Lede.

Rakit ini menjadi alternatif utama bagi warga untuk melintas, termasuk bagi pejabat daerah. Setiap penumpang dikenakan tarif sesuai ketentuan yang telah disepakati bersama.

Salah satu penumpang rakit, Rusmin U, mengaku keberadaan rakit sangat membantu mobilitas warga.

“Sebagian besar warga sekarang memilih menggunakan rakit jika ingin dari Nggele ke Lede, karena kondisi jalan darat sudah rusak,” kata Rusmin kepada Tribunternate.com, Minggu (11/1/2026).

Jalan Setapak Swadaya

Selain rakit, empat warga Kecamatan Lede juga secara swadaya membangun jalan setapak sepanjang kurang lebih 400 meter.

Jalan tersebut sangat membantu warga yang melintas dari Kecamatan Taliabu Barat Laut menuju Kecamatan Lede, begitu pula sebaliknya.

Untuk melintasi jalan setapak tersebut, pengendara sepeda motor dikenakan tarif sebesar Rp10 ribu per sekali lintasan.

Muliana (58), salah satu donatur pembangunan jalan setapak, mengatakan anggaran patungan yang telah dikeluarkan untuk membangun akses tersebut mencapai sekitar Rp70 juta.

Baca juga: Peringati Hari Desa Nasional, Wabup Taliabu La Ode Yasir Buka Jalan Sehat dan Bersih Pantai

“Dana yang kami keluarkan sudah sekitar Rp70 juta. Untuk pembelian semen saja sudah mencapai 200 sak,” ujar Muliana saat dikonfirmasi Tribunternate.com.

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved