Pemprov Malut
Sikap DP3A Maluku Utara Soal Masifnya Kasus Menghilangkan Nyawa dengan Tidak Wajar
Faktor yang mempengaruhi terjadinya kasus kekerasan perempuan dan anak ialah soal hubungan keluarga yang tidak sehat
Penulis: M Julfikram Suhadi | Editor: Munawir Taoeda
TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Maluku Utara menyoroti kasus menghilangkan nyawa dengan tidak wajar yang semakin masif.
"Kami sungguh prihatin yaa dengan adanya kasus-kasus bunuh diri yang akhir-akhir ini semakin masif terjadi, "kata Kepala DP3A Maluku Utara Musyrifah Alhadar, Selasa (8/4/2025).
"Dan kasus ini akan kita seriusi, di mana kita akan mencari tahu kira-kira apa latar belakang sehingga kasus-kasus seperti ini sering terjadi, "tambahnya.
Menurutnya, faktor yang mempengaruhi terjadinya kasus kekerasan perempuan dan anak ialah soal hubungan keluarga yang tidak sehat, kemudian dampak kondisi sosial dan ekonomi yang sulit.
Baca juga: Edelyn Laos Tobat sebelum Benny Laos Meninggal, Putri Sherly Laos: Dulu Aku Pemberontak
Sehingga ia menegaskan agar kasus perempuan dan anak ini harus menjadi perhatian khsusus oleh semua pihak, terutama orang tua di rumah.
Baca juga: Solusi Tekan Angka Menghilangkan Nyawa dengan Tidak Wajar di Maluku Utara
Untuk itu, lanjut Musyrifah, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi dini terhadap masyarakat hingga pada tingkat bawah.
"Kami akan intens melakukan edukasi terhadap masyarakat, baik itu tentang kekerasan terhadap perempuan dan anak, dan soal bunuh diri, "tegasnya.
"Hidup ini harus dijalani, jangan hanya karena ada masalah langsung berakhir dengan keputusan yang justru bertentangan dengan agama, "tambahnya. (*)
| Kadri Laetje Gerak Cepat, DKP Malut Siapkan 16 Agenda Pembenahan Sektor Perikanan |
|
|---|
| Kadikbud Malut Imbau Lulusan SMP Manfaatkan SPMB 2026 dengan Baik |
|
|---|
| Bappeda Malut Tuntaskan Penilaian PPD 2026, Masuk Tahap Seleksi Nasional Bappenas |
|
|---|
| DPRD Malut Pantau Pembangunan Mako Brimob Senilai Rp11 Miliar, Progres Capai 34,8 Persen |
|
|---|
| Abubakar Abdullah: Rp 720 Miliar di APBD 2026 Terserap untuk Kebutuhan Guru di Maluku Utara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Begini-Respon-DP3A-soal-kasus-bunuh-diri-di-Maluku-Utara.jpg)