Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemkot Ternate

Masifnya Perubahan Fungsi Lahan Disinyalir Jadi Biang Kerok Banjir Ternate

"Perubahan fungsi lahan menjadi penyumbang banjir paling besar, yakni hampir sekitar 30 persen, "kata Kadis PUPR Ternate Rusan M Nur Taib

Penulis: M Julfikram Suhadi | Editor: Munawir Taoeda
TribunTernate.com/M. Julfikram Suhadi
BANJIR: Kawasan Pandara Kananga Kelurahan Makasar Timur, Ternate Tengah, Maluku Utara selalu banjir jika hujan tiba, Rabu (19/3/2025). Masifnya perubahan fungsi lahan disinyalir menjadi biang kerok banjir 

TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Masifnya perubahan fungsi lahan disinyalir jadi viang kerok banjir di Kota Ternate, Maluku Utara.

Perihal itu disampaikan Kepala Dinas PUPR Kota Ternate Rusan M Nur Taib pada Jumat (10/4/2025).

"Penyebab banjir bukan hanya masalah penyempitan atau penyumbatan drainase (saluran)."

"Melainkan soal perubahan fungsi lahan. Dan perubahan fungsi lahan harus dilihat sebagai faktor utama."

Baca juga: Tak Hanya Karyawan, Pimpinan OPD di Halmahera Timur Juga Dapat Sanksi Jika

"Karena perubahan fungsi lahan menjadi penyumbang banjir paling besar, yakni hampir sekitar 30 persen, "jelasnya.

Baca juga: Lagi-lagi Enzo Maresca Ucapkan Hal yang Kemarin Jadi Kontroversi, Bos Chelsea: Ini Privilege

Selain itu, tingginya curah hujan dapat menyebabkan aliran permukaan air yang cepat dan besar, sehingga meningkatkan risiko banjir.

"Jadi ada 3 aspek sehingga menyebabkan banjir, yakni soal drainase, kemudian perubahan fungsi lahan dan intensitas hujan."

"Namun sekali lagi, faktor utama sehingga menyebabkan terjadinya banjir adalag masifnya perubahan fungsi lahan, "tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved