Pemprov Malut
Sherly Laos Akui Sering Sulit Tidur, Selalu Rindukan Benny Laos: Sepi tanpa Suara dan Pelukanmu
Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos atau Sherly Tjoanda mengaku sering sulit tidur di malam hari karena masih merindukan mendiang suaminya, Benny Lao
Penulis: Ifa Nabila | Editor: Ifa Nabila
TRIBUNTERNATE.COM - Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos atau Sherly Tjoanda mengaku sering sulit tidur di malam hari karena masih merindukan mendiang suaminya, Benny Laos.
Sherly Laos yang kini tidur sendirian kerap merasa sepi tanpa ada sosok Benny Laos yang menemaninya.
Ungkapan kerinduan itu diunggah Sherly Laos melalui sebuah video kenangan di Instagram.
Baca juga: Sherly Laos Terharu untuk Pertama Kalinya Siswa-siswi SMAN 8 Ibu Selatan Bisa Zoom dari Sekolah
Baca juga: Sherly Laos Pamer Panen Ikan Bandeng di Halbar: Harganya Mahal, Dipanen Langsung Gubernur dan Bupati
Sherly Laos menunjukkan sosok dirinya yang kini sendirian di tepi pantai, kemudian disambung sejumlah video saat Benny Laos masih ada di sisinya.
Melalui caption unggahan itu, Sherly Laos mengungkapkan rasa rindunya setelah enam bulan sang suami pergi untuk selamanya.
"Sudah enam bulan dan tidak ada satu hari pun tanpamu di pikiranku.
Terkadang aku tidak bisa tidur di malam hari, bukan karena bisingnya suara, tapi karena kesepian ini mengingatkanku padamu.
Pada suaramu, pelukanmu, dan caramu membuat semuanya terasa baik-baik saja," tulisnya dalam bahasa Inggris.
Sherly Laos mengaku tetap berusaha tegar menjalani tugasnya sehari-hari sebagai gubernur meski hatinya terkadang masih rapuh.
Anak-anak Sherly Laos serta teman-teman pun masih sering membahas soal Benny Laos semasa hidup.
Sherly Laos Terharu
Sherly Laos terharu melihat perkembangan teknologi di SMA Negeri 8 Ibu Selatan, Halmahera Barat.
Untuk pertama kalinya, siswa-siswi SMA Negeri 8 Ibu Selatan bisa terkoneksi aplikasi Zoom dari sekolah mereka sendiri.
Melalui unggahan terbaru Sherly Laos, sang gubernur turut hadir dalam diskusi perdana melalui Zoom.
Sherly Laos berada di dalam mobil dan menghadap ke tabletnya yang tengah mengakses Zoom.
Tampak wajah-wajah para guru serta murid SMA Negeri 8 Ibu Selatan.
Dalam caption unggahan itu, Sherly Laos mengaku senang lantaran para siswa di wilayahnya semakin dekat untuk mengakses dunia luar.
"Hari ini hati saya penuh…
Untuk pertama kalinya, anak-anak di SMA Negeri 8 Ibu Selatan, Halbar bisa ikut Zoom dari sekolah mereka sendiri.
Alhamdulillah… sinyal stabil, suara jernih, wajah-wajah ceria muncul satu per satu di layar.
Sebelumnya ngga ada sinyal, sekarang bisa tersambung ke mana saja.
Ini bukan soal Zoom,
tapi soal harapan.
Soal mimpi anak-anak kita yang hari ini makin dekat dengan dunia luar.
Dan saya yakin… dari desa kecil pun, anak-anak Maluku Utara bisa bersaing, bisa bersinar.
Terima kasih untuk semua yang terlibat
Ini baru awal. Kita lanjut, kita perluas.
Karena satu sekolah terkoneksi hari ini,
berarti satu masa depan mulai dibuka." tulis Sherly Laos.
Janji Sherly Laos
Berikut ini janji Sherly Laos kepada warganya mengenai pemanfaatan potensi desa.
Sherly Laos berjanji bahwa Pemprov Maluku Utara akan memberi bantuan jika ada desa yang bisa memanfaatkan potensi dan dana desa menjadi sesuatu yang menghasilkan.
Hal itu diungkapkan Sherly Laos saat mengunjungi tambak ikan bandeng di Desa Todowongi, Kecamatan Jailolo, Halmahera Barat.
"Ini secara lisan saja akan dilengkapkan administrasi untuk Provinsi Maluku Utara menghibahkan aset kepada Pemkab Halmahera Barat dan kemudian akan diserahkan kepada desa."
"Harapannya, pengelolaan ikan bandeng ini bisa menambah pendapatan dari desa, sehingga infrastruktur dan fasilitas desat di sini dapat leih ditingkatkan," ujarnya.
Di penghujung pidatonya, Sherly Laos berharap para kepala desa juga punya inisiatif sama seperti Kades Todowongi, Mancelina Lobby.
"Semoga semua desa seperti ibu, punya inisiatif menggunakan dana desa, sudah panen baru undang saya, saya suka yang seperti ini, saya kasih bantuan kalau panennya berhasil," pesannya.
Sherly Laos ditemani Kepala Desa Todowongi dan Bupati Halmahera Barat melakukan panen bandeng perdana yang ditotal beratnya sampai 12 ton pada Jumat, 11 April 2025.
Momen membanggakan itu dibagikan Sherly Laos melalui unggahan Instagramnya pada Minggu, 13 April 2025.
"PANEN BANDENG PERDANA
Papi @benny.laos 11 April kemarin .. saya panen bandeng perdana di Desa Todowongi.. hasil diskusi Ibu kades ama papi 7 bulan lalu .. sudah menghasilkan.. papi pasti bangga ngeliat wajah senang mereka menikmati hasil panen perdana .. en diborong semua 12 Ton ama IWIP
Apresiasi untuk Kepala Desa Todowongi - Halbar atas inisiatif luar biasa dalam memanfaatkan alokasi Dana Desa untuk program ketahanan pangan.
Dengan membudidayakan ikan bandeng, desa Todowongi berhasil melakukan panen perdana sebesar 12 ton — sebuah capaian yang patut dibanggakan!
Semoga ini menjadi langkah awal dari pengembangan yang lebih besar,
yang bukan hanya meningkatkan pendapatan desa, tetapi juga mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Mulai dari desa, kita bangun ketahanan pangan!
Saya menghimbau seluruh kabupaten di Maluku Utara mulai menginventarisasi potensi desa, khususnya untuk mendukung Program Ketahanan Pangan. Langkah awal ini akan dikoordinasikan langsung dengan para Bupati agar perencanaan dan pengelolaan bisa tepat sasaran.
Aset-aset Pemprov yang sudah tidak aktif juga akan saya hibahkan ke desa melalui Pemkab, agar bisa diaktifkan kembali dan dimanfaatkan untuk mendukung ekonomi masyarakat.
Saatnya desa menjadi pusat kekuatan pangan, kemandirian, dan masa depan Maluku Utara!" tulisnya.
Sherly Laos ke Dewa Coco
Sherly Laos berkunjung ke PT Dewa Agricoco Indonesia, pada Kamis, 10 April 2025.
Sherly Laos beserta rombongannya mendatangi Pabrik Dewa Coco yang terletak di Kecamatan Sahu Tim, Halmahera Barat tersebut.
Pabrik tersebut mengolah limbah serabut kelapa menjadi pembangkit listrik tenaga panas melalui gas sintetis yang dihasilkan menjadi biomassa.
Kemudian sampah sisa pembakaran bisa dikembalikan kepada petani untuk pupuk.
Sherly Laos turut bangga atas dibangunnya pabrik yang memanfaatkan hasil alam secara bijak itu di daerahnya.
"Di tangan yang tepat, serabut kelapa yang tadinya hanya menjadi limbah, sekarang diolah jadi biomassa—bahan bakar ramah lingkungan untuk pembangkit listrik.
Bukan cuma mengurangi sampah organik, tapi juga membuka peluang baru buat ekonomi desa.
Limbah jadi berkah, petani makin sejahtera !
Energi hijau, dari alam, untuk masa depan." tulisnya melalui Instagram.
Sherly Laos ke Pancora Beach Festival
Sherly Laos mengomentari soal hutan mangrove atau bakau yang ada di Desa Talaga, Ibu Selatan, Halmahera Barat.
Sherly Laos melakukan kunjungan sekaligus menghadiri acara bertajuk Pancora Beach Festival pada Kamis, 10 April 2025.
Sherly Laos disambut berbagai macam pertunjukan seni, mulai dari musik tradisional, tarian, hingga bela diri.
Selain menanam bibit mangrove, Sherly Laos juga menyusuri sungai mangrove ditemani Bupati Halmahera Barat dan sang istri naik perahu kayu.
Sherly Laos menyebut, hutan mangrove punya banyak manfaat bagi alam serta satwa.
"Mangrove ini indikator bahwa laut atau perairan di sekitar sini itu masih sehat.
"Selain untuk pemecah ombak dan mencegah abrasi, mangrove ini juga menjadi tempat breeding untuk jenis ikan tertentu," ujarnya.
Sherly Laos juga menitipkan pesan untuk masyarakat yang tinggal di pesisir dengan hutan bakau yang aktif.
"Buat daerah kalian yang masih memiliki mangrove dijaga dan diperbanyak karena mangrove ini menyerap karbondioksida dan salah satu tanaman penghasil oksigen terbanyak, supaya dunia kita tetap sehat," pesannya.
Trauma Sherly Laos
Begini jawaban Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos atau Sherly Tjoanda, soal traumanya terhadap laut.
Laut pastilah menjadi tempat traumatis bagi Sherly Laos lantaran itu adalah tempat di mana Benny Laos direnggut darinya.
Namun, ternyata perlahan-lahan Sherly Laos bisa menghadapi trauma itu.
Bahkan, Sherly Laos bisa kembali melakukan hobinya, yakni menyelam.
Tak cuma itu, Sherly Laos yang menjabat sebagai gubernur juga tak lepas dari kegiatan naik kapal untuk berkunjung ke daerah-daerah.
Padahal, laut dan kapal juga sama-sama menjadi tempat meninggalnya Benny Laos.
Sherly Laos mengaku, dirinya menghadapi trauma itu dengan kepercayaan kepada Tuhan.
Hal ini diungkapkan Sherly Laos dalam unggahan Story Instagram.
Di mana seorang warganet mengunggah video kala Sherly Laos melakukan free diving.
"padahal laut merebut kebahagiaanya, tapi dia tidak takut.
kapal merenggut separuh hidupnya tapi dia tidak trauma dan
malut tempat diambilnya jiwanya tapi dia tidak dendam
tulusnya bu gubernur, jadi contoh masih banyak orang baik di dunia ini walaupun cintanya diambil di sana," demikian caption unggahan itu.
Menanggapi unggahan itu, Sherly Laos membalasnya, "Saya tidak mengerti tapi saya memilih percaya kepada rancangan-Nya."
(TribunTernate.com/ Ifa Nabila)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.