Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemkot Tidore

Sekkot Tidore Ismail Dukomalamo Ikut Capacity Building dari Bank Indonesia

"Saya dapat banyak wawasan baru terutama terkait strategi percepatan digitalisasi keuangan daerah, "ucap Sekkot Tidore Kepulauan Ismail Dukomalamo

Penulis: Faisal Amin | Editor: Munawir Taoeda
Istimewa
PROGRAM: Foto bersama usai kegiatan capacity building tim percepatan dan perluasan digitalisasi daerah (TP2DD) Maluku Utara 2025 di Bali 

TRIBUNTERNATE.COM, TIDORE - Sekkot Tidore Kepulauan, Maluku Utara Ismail Dukomalamo menghadiri kegiatan Capacity Building Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Maluku Utara Tahun 2025.

Kegiatan ini digelar oleh Bank Indonesia yang dipusatkan di Prama Hotel Sanur, Provinsi Bali, Senin (2/6/2025).

Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi pemerintah daerah di Maluku Utara dalam memperkuat komitmen bersama untuk mempercepat transformasi digital di berbagai sektor pemerintahan.

Rilis

Sekda Kota Tidore Kepulauan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Baca juga: Hore! 3 Kecamatan Terluar di Ternate Bakal Punya SPBU Sendiri

Menurutnya, kegiatan Capacity Building ini memberikan ruang yang sangat penting untuk memperkuat pemahaman terkait digitalisasi daerah, meningkatkan sinergi antar kabupaten/kota, serta membangun komitmen kolektif dalam mendukung akselerasi digitalisasi keuangan daerah.

"Selama kegiatan ini, saya mendapatkan banyak wawasan baru terutama terkait strategi percepatan digitalisasi keuangan daerah, pemanfaatan kanal pembayaran non-tunai"

"Integrasi sistem elektronik dalam pelayanan publik, serta pentingnya kolaborasi antara pemda, Bank Indonesia, Bank Maluku Malut, dan stakeholder lainnya," ujar Ismail Dukomalamo.

Ia juga menekankan pentingnya menjadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk merefleksikan capaian TP2DD Kota Tidore Kepulauan saat ini.

Sekaligus mendorong perbaikan ke depan agar lebih efektif dan terukur. Menurutnya, transformasi digital bukan lagi pilihan, tetapi suatu keharusan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efisien serta pelayanan publik yang transparan dan akuntabel.

Ismail berharap, seluruh perangkat daerah di Kota Tidore Kepulauan dapat bergerak bersama mempercepat implementasi digitalisasi.

Termasuk optimalisasi pembayaran pajak dan retribusi secara non-tunai, pemanfaatan sistem informasi terintegrasi, serta peningkatan literasi digital baik di lingkungan birokrasi maupun masyarakat.

"Kami menyadari bahwa salah satu kelemahan utama masih terletak pada sektor retribusi daerah secara digital. Namun dengan semangat inovasi dan komitmen bersama, saya yakin Kota Tidore Kepulauan dapat menjadi daerah terdepan dalam penerapan digitalisasi di Provinsi Maluku Utara," tambahnya.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara, Rivo Mande, dalam sambutannya menyampaikan, digitalisasi merupakan kebutuhan mutlak di tengah perkembangan zaman yang semakin pesat.

Ia menjelaskan, meskipun perkembangan digitalisasi di Maluku Utara menunjukkan tren positif, namun jika dibandingkan dengan wilayah lain, masih terdapat sejumlah ketertinggalan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved