Senin, 8 Juni 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemprov Malut

Bank Maluku Malut Gandeng Bank DKI, Perkuat Modal Lewat Skema KUB

Bank DKI akan menanamkan modal sebesar Rp 93,5 miliar ke Bank Maluku Malut sebagai bagian dari proses konsolidasi

Tayang:
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Munawir Taoeda
Istimewa
KERJA SAMA: Gubernur Maluku Utara Sherly Laos foto bersama dengan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung usai melakukan penandatanganan perjanjian pernyataan modal dan perjanjian pemegang saham dalam skema KUB 

TRIBUNTERNATE.COM, SOFIFI - Langkah strategis diambil Bank Maluku Malut dalam memperkuat posisi dan daya saingnya di industri perbankan nasional.

Rilis

Pada hari ini, Bank Maluku Malut dan Bank DKI resmi menandatangani Perjanjian Penyertaan Modal dan Perjanjian Pemegang Saham dalam skema Kelompok Usaha Bank (KUB).

Melalui kolaborasi ini, Bank DKI akan menanamkan modal sebesar Rp 93,5 miliar ke Bank Maluku Malut sebagai bagian dari proses konsolidasi sesuai dengan amanat POJK No. 12/POJK.03/2020.

Langkah ini merupakan upaya memenuhi ketentuan modal inti minimum Rp3 triliun, yang menjadi syarat eksistensi bank pembangunan daerah (BPD) di era persaingan terbuka dan tantangan global.

Baca juga: Jack Grealish Bela Diri di Tengah Rumor Negatif, Fans Man City Bela: Pep yang Salah Mainkan Dia

Per akhir triwulan III tahun 2024, modal inti Bank Maluku Malut tercatat sebesar Rp1,45 triliun. Penambahan modal ini menjadi tonggak penting untuk memperkuat struktur permodalan, memperluas kapasitas penyaluran kredit produktif, serta mempercepat proses digitalisasi layanan perbankan di wilayah timur Indonesia.

Gubernur Maluku Utara Sherly Laos menyambut positif langkah strategis ini sebagai peluang untuk mempercepat transformasi keuangan di kawasan timur Indonesia.

“Kami melihat kolaborasi ini sebagai jembatan penting bagi Bank Maluku Malut untuk bertransformasi seperti Bank DKI yang telah lebih dulu maju dalam layanan digital dan pembiayaan sektor produktif."

"Ini sangat strategis untuk menopang sektor-sektor unggulan Maluku Utara dari tambang, perikanan, hingga UMKM, "ujar Sherly, Kamis (5/6/2025).

Ia juga menekankan bahwa penguatan sistem keuangan daerah penting untuk mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi Maluku Utara yang kini menjadi yang tertinggi secara nasional, yakni 34,6 persen (YoY) pada kuartal I tahun 2025.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari strategi perluasan transformasi Bank DKI melalui sinergi antar-pemerintah daerah.

“Transformasi digital dan peningkatan kapasitas pembiayaan produktif adalah prioritas Bank DKI saat ini."

"Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat memperluas dampak transformasi ke berbagai daerah dan menciptakan jaringan kolaborasi antar-BPD yang lebih solid,” kata Pramono.

Melalui skema KUB ini, diharapkan terjadi akselerasi dalam:

Penguatan struktur permodalan BPD;

Perluasan akses pembiayaan untuk pelaku usaha;

Percepatan digitalisasi layanan perbankan di daerah;

Peningkatan dividen bagi pemerintah daerah sebagai pemegang saham.

Baca juga: Lihat Penampilan Mike Maignan saat Spanyol vs Prancis, Fans Chelsea Ketakutan: Jangan Rekrut Dia

Gubernur menegaskan bahwa Pemprov Maluku Utara akan terus melakukan pengawasan dan evaluasi atas kerja sama ini agar benar-benar memberikan manfaat nyata, sesuai dengan arahan nasional.

“Sebagaimana ditegaskan Presiden Prabowo, sinergi antar-lembaga negara termasuk perbankan daerah harus diarahkan untuk kemakmuran rakyat."

"Kami ingin kolaborasi ini menjadi instrumen pertumbuhan ekonomi yang inklusif, adil, dan berdampak langsung bagi masyarakat Maluku Utara, Maluku, dan Indonesia,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved