Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Polda Malut

Daftar Enam Kasus Korupsi di Polda Maluku Utara yang Naik Status Penyidikan

Sebanyak enam kasus dugaan korupsi yang ditangani penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Maluku Utara naik status

Penulis: Randi Basri | Editor: Sitti Muthmainnah
TribunTernate.com/Randi Basri
HUKUM - Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Maluku Utara Kombes Pol Asri Effendy. Ia menjelaskan sebanyak 6 kasus korupsi naik status ke penyidikan, Senin (9/6/2025). 

TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE  - Sebanyak enam kasus dugaan korupsi yang ditangani penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Maluku Utara naik status dari penyelidikan ke penyidikan.

Meski begitu, saat ini penyidik masih menunggu hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) hingga Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan Provinsi Maluku Utara.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Maluku Utara, Kombes Pol Asri Effendy, membenarkan hal tersebut.

Baca juga: Gubernur Maluku Utara Sherly Laos Beralih Fokus ke 3 Sektor Ini Usai Tuntaskan 100 Hari Kerjanya

“Untuk saat ini memang sudah ada 6 kasus kita tingkatkan ke penyidikan,” jelasnya, Senin (9/6/2025).

Asri juga menyatakan, dari enam kasus ini dua kasus penyidik sudah menerima hasil auditnya.

Dua kasus yang sudah ada kerugian negara sesuai hasil audit adalah kasus Dana Desa Taliabu dengan kerugian senilai Rp1.685.407.000 dan kasus pembangunan pasar Tuakona Halmahera Selatan dengan kerugian Rp4.190.139.842.

Sementara empat kasus yang sudah berstatus penyidikan, proses penghitungan kerugian negara masih dilakukan oleh BPKP dan BPK Perwakilan Maluku Utara.

"Kasus-kasus ini sudah dalam tahap penyidikan, dan penyidik masih terus melakukan proses sehingga semua kasus mendapat kepastian hukum," tandasnya.

Baca juga: Bupati Taliabu Sashabilla Mus Minta Maaf atas Kekeliruan Penerbitan SK Pj Kades

Berikut Daftar Enam Kasus Korupsi Yang Naik Status: 

1. Kasus korupsi Dana Desa Kabupaten Pulau Taliabu.
2. Kasus korupsi pembangunan pasar Tuakona di Halmahera Selatan.
3. Kasus korupsi Pembangunan fasilitas SMK Negeri 1 Taliabu.
4. Kasus korupsi Proyek Peningkatan jalan Beton Nggele-Lede di Taliabu.
5. Kasus korupsi pelebaran jalan hotmix jalur II ruas jalan Labuha-Panamboang di Halmahera Selatan.
6. Kasus korupsi pekerjaan peningkatan jalan tanah ke Aspal II segmen Ruas Tacim-Tabobol Kabupaten Halmahera Barat. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved