Pemprov Malut
Bisikan Ibu 6 Orang Anak ke Sherly Laos, Sampaikan Harapan untuk Anak-anaknya pada Sang Gubernur
Ibu tersebut baru saja ditinggal suaminya untuk selamanya, meninggalkan istri dan enam orang anak.
Penulis: Ifa Nabila | Editor: Ifa Nabila
TRIBUNTERNATE.COM - Seorang ibu warga Maluku Utara kini mengalami hidup yang semakin sulit.
Ibu tersebut baru saja ditinggal suaminya untuk selamanya, meninggalkan istri dan enam orang anak.
Tanpa pekerjaan tetap, ibu itu berjuang seorang diri untuk menghidupi enam anaknya.
Baca juga: Sherly Laos Kaget Datangi Langsung Rumah Siswa Kurang Mampu: Ini Kalau Hujan Bagaimana?
Baca juga: Ucapan Sherly Laos dalam Pidato yang Bikin Warga Malut Tepuk Tangan, Sang Gubernur Janjikan Ini
Dua putra dari ibu tersebut, yakni Fajrin dan Febri, terpilih menjadi calon siswa Sekolah Rakyat.
Maka dari itu, Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos atau Sherly Tjoanda, mengadakan kunjungan ke rumah Fajrin dan Febri.
Sherly Laos terkejut dengan kondisi rumah yang sangat tidak layak.
Meski hidup serbakekurangan, ternyata ibu itu masih punya mimpi untuk anak-anaknya.
"Hari ini saya berkunjung ke rumah kayu beratap seng—rumah seorang ibu yang baru saja ditinggal pergi suaminya.
la kini membesarkan enam anak seorang diri, tanpa pekerjaan tetap.
Sambil menggendong bayinya yang berusia 2 bulan, ia berkaca-kaca saat tahu: ada harapan baru untuk dua anaknya.
Mereka bisa sekolah. Mereka bisa bermimpi lagi.
Satu anak bercita-cita jadi polisi. Satu lagi ingin jadi tentara.
“Biar mama bangga,” katanya lirih.
Dan sang ibu hanya berbisik, “Saya ingin mereka jadi orang.”
Kalimat sederhana, tapi penuh makna dari seorang ibu yang sudah kehilangan banyak
Satu anak bercita-cita jadi polisi. Satu lagi ingin jadi tentara.
“Biar mama bangga,” katanya lirih.
Dan sang ibu hanya berbisik, “Saya ingin mereka jadi orang.”
Kalimat sederhana, tapi penuh makna dari seorang ibu yang sudah kehilangan banyak— tapi mash menggenggam harap anUA
IBU
#SekolahRakyat bukan sekadar ruang kelas.
Ini tentang menghidupkan mimpi...
Mewujudkan masa depan yang lebih sekahtera utk keluarga melalui pendidikan akademik dan
karakter.." tulis Sherly Laos.
Rumah Bocor
Sherly Laos tengah dalam proses menjalankan program Sekolah Rakyat.
Di mana para calon siswa nantinya akan disurvei kondisi ekonomi melalui kunjungan ke rumah.
Jika rumahnya tidak layak, maka pemerintah akan merenovasinya.
Dua anak yang akan menjadi calon siswa SMA Sekolah Rakyat adalah Fajrin dan Febri.
Sherly Laos mendatangi rumah dua bocah yang merupakan kakak beradik tersebut.
Fajrin dan Febri kini duduk di bangku SMP dan memiliki seorang adik yang salah satunya masih bayi.
Ayah mereka baru saja meninggal dunia, meninggalkan seorang istri dan enam orang anak.
Betapa terkejutnya Sherly Laos kala melihat rumah sederhana yang terbuat dari kayu dan beratapkan seng yang sehari-hari ditinggali keluarga bocah itu.
Ada beberapa bagian atap yang bolong sehingga air hujan otomatis langsung masuk rumah.
"Ibu, ini kalau hujan bagaimana? Basah dong?" tanya Sherly Laos terkejut.
"Bocor," jawab ibu Fajrin dan Febri.
"Dalam kamar juga basah? Terus baju-baju?" tanyanya lagi.
"Basah semua," jawab si ibu.
"Kalau hujan setiap hari?" tanya Sherly Laos.
"Banjir," jawab ibu itu.
Ibu Fajar dan Fajrin mengaku, jika hujan terjadi di malam hari, maka seluruh anggota keluarga harus bangun.
Sherly Laos mengungkapkan rencana Pemprov Malut untuk memperbaiki rumah Fajrin dan Febri ketika nanti keduanya sudah masuk ke Sekolah Rakyat.
Di mana Sekolah Rakyat kemungkinan selesai dibangun pada Juli 2026 nanti.
Aksi Sherly Laos
Aksi Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos atau Sherly Tjoanda membuat warganya dan netizen menangis.
Sherly Laos begitu totalitas menjalankan tugasnya sebagai pemimpin daerah.
Bayangkan saja, Sherly Laos sampai terjun ke lapangan, mengantarkan warga yang sakit karena tidak mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik.
Sedangkan Sherly Laos selalu menekankan betapa pentingnya kesehatan dan pendidikan.
Diketahui, sosok ibu itu bernama Ria dan merupakan warga Kampung Makassar, Ternate.
Awalnya, seorang warganet dengan nama Instagram @chiely_munier menandai akun Sherly Laos untuk meminta bantuan.
Chiely menyebutkan kronologi singkat penyakit kista yang diderita Ria dan kurang memadainya pelayanan kesehatan setempat.
Suatu pihak sudah berusaha menggalang dana namun masih belum cukup untuk biaya operasi.
"Ibu Gubernur mohon maaf saya tag @_tjo
Tolong bantu ibu ria alamat kampong makassar sakit kista sudah 1,5 tahun dan kistanya sudah membesar 21,8cm harus di rujuk untuk oprasi keluar kota ternat
BPJS ada tapi tunggakan, suami hanya tukang bangunan
Kemarin ada minta bantu Sedekah Alif untuk open donasi tapi donasi minim skli ibu," tulisnya diserta foto Ria dengan perut buncitnya.
Untunglah Sherly Laos langsung tanggap atas postingan tersebut dan segera mendatangi rumah Ria bersama Dinas Sosial pada Rabu, 18 Juni 2025.
Diketahui, Ria menderita kista cokelat sampai perutnya membesar bak orang yang tengah hamil.
Sherly Laos langsung mengantarkan ibu tersebut dengan mobil ambulans.
Ria menceritakan bahwa dirinya sudah berkali-kali mencoba berobat ke rumah sakit namun pelayanan sangat tidak memuaskan.
Ibu tersebut juga disarankan untuk datang ke rumah sakit di Makassar atau Manado.
Sesampainya di rumah sakit, terdengar Sherly Laos mengungkapkan kekesalannya kepada para pegawai rumah sakit.
"Ini contoh ya, kalian semua dengar ya, yang punya tugas di rumah sakit ini, ini nyawa manusia lho."
"Coba bayangkan, coba bayangkan, coba bayangkan di pikiran kalian semua kalau ibu ini adalah ibu kalian."
"Coba SOP di IGD diperbaiki, enggak bisa pasien mau datang ke IGD suruh pulang kayak gitu, apalagi punya BPJS aktif saat itu," keluhnya.
Saat berbicara dengan Ria, tampak jiwa keibuan Sherly Laos begitu tampak dengan kepeduliannya.
"Diurus (dokter) dengan baik ibu, anak-anak ada yang jaga ya?" tanya Sherly Laos kepada Ria.
"Ibunya belum makan, jadi diinfus dulu," pesan sang gubernur kepada tenaga kesehatan di sekitarnya.
Di saat Sherly Laos berpamitan, tampak Ria menangis, berterima kasih atas pertolongan sang gubernur.
"Saya bersyukur kepada, ibu gubernur sangat baik yang bisa membantu, bisa melihat masyarakat seperti saya," ujarnya sambil berurai air mata.
Melihat kebaikan Sherly Laos, sejumlah warganet langsung membanjiri kolom komentar dengan pujian.
@risk**: Andai semua pemimpin di Indonesia seperti Ibu Sherly
@nani**: Luar biasa Ibu Gubernur kesayanganku, bikin aku nangins, haru, bangga, dan merasa tertolong
@niq.**: Bersyukur banget warga Malut punya gubernur seperti ibu. Salam hormat dari Aceh bu
@putr**: Semangat mami. Kepemimpinanmu adalah cahaya bagi rakyat. Teruslah membawa perubahan yang berarti
Ucapan Sherly Laos
Ada ucapan Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos atau Sherly Tjoanda, yang membuat warganya bertepuk tangan.
Ucapan tersebut disampaikan saat pidato dalam acara Seleksi Tilawatil Quran atau STQ 2025.
Dalam pidatonya, Sherly Laos menjanjikan beberapa hal untuk pelaksanaan STQ 2026 nanti.
Di antaranya adalah hadiah lebih besar serta adanya bonus untuk pemenang.
"Tadi pada saat acara ramah tamah, makan, saya sudah berdiskusi dengan perwakilan 10 kabupaten/kota."
"Mendengar saran, masukan, untuk tahun ke depan penyelenggaraan akan lebih baik lagi, hadiahnya akan semakin lebih besar lagi."
"Dan kemudian akan ada bonus untuk juara utamanya nanti untuk tahun 2026," kata Sherly Laos yang sontak memancing tepuk tangan para hadirin.
Pesan Sherly Laos
Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos atau Sherly Tjoanda, menyampaikan keyakinannya untuk putra-putri Malut yang berbakat sebagai qari atau qariah.
Sherly Laos percaya bahwa semua anak berhak tumbuh dalam keyakinan dan belajar dalam kebaikan.
Melalui caption unggahan Instagram, Sherly Laos mengungkapkan komitmen Pemprov Malut untuk memfasilitasi anak-anak di bidang keagamaan.
"Seleksi Tilawatil Qur’an tahun ini bukan hanya panggung kompetisi, tapi ruang pembinaan generasi.
Tempat kita menyaksikan ketulusan, ketekunan, dan cinta terhadap ilmu yang tumbuh dari hati para peserta.
Selamat kepada para juara, khususnya Kontingen Tidore yang berhasil meraih Juara Umum.
Apresiasi khusus saya sampaikan kepada Wali Kota Tidore dan seluruh jajaran yang telah membina dengan penuh komitmen.
Semoga anak-anak kita bisa terus melangkah hingga ke tingkat nasional bahkan internasional.
Untuk peserta yang belum menang, kalian tetap luar biasa.
Kemenangan sejati adalah ketika kita mau terus belajar, bertumbuh, dan konsisten mengasah diri. Jangan berhenti—karena setiap langkah kalian membawa cahaya bagi masa depan.
Ke depan, Pemprov akan terus mendukung TPQ dan lembaga pembinaan di desa-desa. Kita ingin STQ tidak hanya menjadi acara tahunan, tapi gerakan pendidikan nilai yang hidup dalam keseharian.
Saya percaya:
“Setiap anak bangsa berhak untuk tumbuh dalam keyakinan, belajar dalam kebaikan, dan bertemu dalam nilai-nilai kemanusiaan.”
Mari kita terus rawat semangat ini—dalam ilmu, dalam akhlak, dan dalam toleransi," tulisnya.
(TribunTernate.com/ Ifa Nabila)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.