Kamis, 23 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Penganiayaan

Polres Ternate Dalami Kasus Paman Aniaya Ponakan Gegara Warisan

"Pasca laporan masuk, kami sudah periksa 1 saksi dan pelapor, "kata Kasat Reskrim Polres Ternate AKP Bakry Sahrudin

Penulis: M Julfikram Suhadi | Editor: Munawir Taoeda
Istimewa/Kolase Tribunternate.com
HUKUM: Nadia Munawar, terduga korban (kiri) dan terduga pelaku pamannya (kanan) di Kota Ternate, Maluku Utara 

TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Polres Ternate, Maluku Utara salami kasus paman aniaya ponakan gegara warisan.

Perihal ini disampaikan Kasat Reskrim Polres Ternate AKP Bakry Sahrudin kepada Tribunternate.com, Kamis (17/7/2025).

Dikatakan, saat ini pihaknya sudah melakukan tahapan pemeriksaan saksi.

"Sementara dalam pemeriksaan saksi-saksi, yang mana sudah periksa 1 saksi dan pelapor, "ungkapnya.

Baca juga: Kondisi Tata Ruang Ternate Menurut Rizal Marsaoly

Lanjut AKP Bakry Sahrudin, sedangkan terduga pelaku belum dilakukan pemanggilan.

HUKUM: Nadia Munawar, terduga korban (kiri) dan terduga pelaku pamannya (kanan) di Kota Ternate, Maluku Utara
HUKUM: Nadia Munawar, terduga korban (kiri) dan terduga pelaku pamannya (kanan) di Kota Ternate, Maluku Utara (Istimewa/Kolase Tribunternate.com)

"Saat ini kami periksa saksi-saksi dan pelapor dahulu, setelahnya baru kita panggil terduga pelaku, "tandasnya singkat.

Diberitakan sebelumnya, seorang paman di Kota Ternate, Maluku Utara aniaya ponakan gegara warisan.

Paman (terduga pelaku) bernama Kamel Tahir dan ponakan (terduga korban) bernama Nadia Munawar.

Dari informasi yang dihimpun, Nadia Munawar merupakan warga Kelurahan Torano, Kelurahan Marikurubu, Ternate Tengah.

Kepada Tribunternate.com, Nadia bercerita bahwa kejadian bermula pada, Rabu (16/7/2025 )pukul 8:50 WIT.

"Tak lama, paman saya datang dan mengatakan munafik dan tidak tahu ke ibu saya."

"Paman saya juga bilang tidak ada hak sembaru menunjuk wajah ibu saya, "kisah Nadia Munawar.

Kejadian itu membuat Nadia berinisiatif untuk merekam (video) lewat HP-nya.

Namun aksinya itu membuat pamannya emosi dan meminta menghentikan rekaman.

"Karena saya tidak mau, jadi saat dia rampas hp saya sekalian memukul."

"Pukulan pertama tidak kena, tapi pukulan kedua kena hidung saya (becah dan berdarah)."

"Mirisnya Pak RT yang berada di lokasi tidak melerai tindakan paman saya itu, "tambahnya.

Nadia kemudian berlari dan menaiki ojek menuju Polres Ternate guna membuat laporan.

"Masalah sertifikat, di sertifikat atas nama almarhum ayah saya, paman saya mau ahlis waris turun ke dia."

Baca juga: Masih Ada Jalan Berlubang di Pusat Kota Ternate, Tauhid Soleman: Segera Diperbaiki

"Padahal dia sudah tanda tangan surat hibah, "tandas Nadia.

Kasih Humas Polres Ternate AKP Umar Kombong saat dikonfirmasi membenarkan laporan tersebut.

"Iya benar, laporan sudah masuk dan sudah juga ditindaklanjuti, "singkat AKP Umar Kombong. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved