Rabu, 22 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Halmahera Selatan

Penyaluran BBM Nelayan di Halsel Diduga Tak Sesuai, PT Babang Raya Buka Suara

Penyaluran BBM di SPBN Panamboang, Halmahera Selatan, diduga tidak sesuai sehingga nelayan kerap tidak kebagian bahan bakar untuk melaut

Istimewa
BBM - Tampak sebuah sejumlah jerigen di SPBN Panamboang, Halmahera Selatan, Maluku Utara hendak diisi BBM untuk dimuat ke mobil pikap beberapa hari lalu. Penyaluran BBM di SPBN Panamboang, Halmahera Selatan, diduga tidak sesuai sehingga nelayan kerap tidak kebagian bahan bakar untuk melaut, Selasa (21/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  1. Penyaluran BBM di SPBN Panamboang, Halmahera Selatan, diduga tidak sesuai sehingga nelayan kerap tidak kebagian bahan bakar untuk melaut.
  2. Direktur PT Babang Raya mengakui adanya penjualan BBM nonsubsidi jenis Pertamax ke pengecer di luar area, namun membantah menjual BBM subsidi.
  3. PT Babang Raya menegaskan distribusi BBM subsidi tetap sesuai rekomendasi, sekaligus menuding SPBN lain yang menjual BBM di luar wilayah operasionalnya.

TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Penyaluran BBM subsidi dan nonsubsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) Panamboang, Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara diduga tak sesuai.

Kondisi ini pun mendapat keluhan dari para nelayan yang kerap tak kebagian BBM untuk keperluan melaut. PT Babang Raya selaku agen penyalur, disebut memasok BBM ke luar area operasional.

Sementara jenis BBM yang dijual di SPBN Panamboang, terdiri dari Solar, Pertalite, dan Pertamax.

Baca juga: Unkhair Ternate Matangkan Pembangunan GLT Rp100 Miliar, Target Rampung Akhir 2026

Jumlah kuota BBM yang disalur, harus berdasarkan rekomendasi dari Balai Pengelolaan Pelabuhan Perikanan Daerah (BP3D) pada Dinas Perikanan Maluku Utara. Namun, kuota penyaluran juga diduga dikondisikan.

Menanggapi hal ini, Direktur PT Babang Raya, Umar Hi. Soleman, mengaku pihaknya hanya memasok BBM nonsubsidi ke para pengecer di luar dari Pelabuhan Panamboang.

Ia juga mengklaim tidak ada regulasi yang melarang penjualan BBM nonsubsidi di luar dari area operasional selama kebutuhan nelayan terpenuhi.

"Kalau nonsubsidi tidak ada regulasinya, sepanjang kebutuhan nelayan terpenuhi," kata Umar kepada Tribunternate.com melalui telepon WhatsApp, Selasa (21/4/2026).

Ia menyabut, BBM nonsubsidi yang sering di pasok ke pengecer adalah jenis Pertamax. Sementara, Umar membantah memasok BBM subsidi jenis Solar dan Pertalite ke pengecer.

"Solar dan Pertalite tidak jual bebas, itu tergantung rekom dari Dinas (BP3D). Solar kan untuk nelayan. Kita hanya jual Pertamax (ke luar)," tegasnya.

Baca juga: Kartini di Jantung Industri Nikel: Kiprah Perempuan Mengawal Keselamatan, Lingkungan dan Sosial

Mantan Ketua DPRD Halmahera Selatan ini pun menyatakan bahwa sejauh ini tidak ada masalah dalam penyaluran BBM subsidi dan non subsidi ke nelayan yang mangkal di Pelabuhan Perikanan Panamboang.

Ia lantas menuding SPBN Sayoang yang sering menjual BBM subsidi di luar wilayah operasionalnya, bukan SPBN Panamboang di bawah pengelolaan PT Babang Raya.

"SPBN Sayaong kan jual ke nelayan di Panamboang tuh, harusnya dia jual di Sayoang. Jadi kalau (di SPBN Panamboang) ada masalah, pasti dari Polres dan Pertamina sudah turun," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved