Lipsus Paskibraka
Cerita Paskibraka Halmahera Selatan Jalani Karantina: Hidup Disiplin Tanpa HP
Alfin Basri (15), salah satu calon anggota Paskibraka di Halmahera Selatan, Maluku Utara, bercerita pengalamannya menjalani masa karantina
Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Sitti Muthmainnah
TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Alfin Basri (15), salah satu anggota Paskibraka di Halmahera Selatan, Maluku Utara, bercerita pengalamannya menjalani masa karantina untuk persiapan upacara pengibaran bendera merah putih, dalam rangka HUT RI ke-80 pada 17 Agustus 2025.
Alfin mengatakan, ia dan 44 calon anggota Paskibraka lainnya mulai karantina di Hotel Buana Lipu, Desa Tomori, Kecamatan Bacan, sejak 27 Juli 2025.
Selama lebih satu pekan menjalani masa karantina, Alfin mengaku ada perubahan dalam dirinya. Di mana, ia dilatih untuk disiplin waktu, menjaga pola makan hingga rutin berolahraga.
Baca juga: Update Harga Beras di Taliabu Maluku Utara Hari Ini, Selasa 5 Agustus 2025
"Kalau di rumah biasa tidur larut malam, kalau di tempat karantina selesai terima materi langsung tidur. Itu biasa jam 9 malam," kata Alfin saat ditemui Tribunternate.com di lapangan Asombang, Labuha, Selasa (5/8/2025).
Alfin menyebut, ia dan rekan-rekannya tak diperbolehkan memegang HP selama masa karantina. Hal ini dilakukan agar mereka betul-betul konsentrasi dengan latihan peraturan baris-berbaris.
Siswa kelas II SMA Negeri 22 Halmahera Selatan ini juga mengaku senang meski sementara ini jauh dari orang tua.
"Saya dari Obi, tapi ini konsekuensi menjadi anggota Paskibraka. Biar jauh dari orang tua, tapi saya tidak sedih, saya justru bangga dipilih jadi Paskibraka," tuturnya.
Hal serupa disampaikan Afrijal Irwan. Siswa SMA Negeri 3 Halmahera Selatan yang terpilih sebagai calon anggota Paskibraka tingkat kabupaten.
Ia mengatakan, mendapat pelayanan maksimal selama menjalani masa karantina.
Afrijal juga mengaku diajarkan hidup disiplin oleh para pelatihnya. Setiap pagi, ia harus bersiap menjalani latihan.
"Kita latihan sehari dua kali. Jadi harus bangun pagi, kita langsung bersiap-siap ke lokasi latihan," katanya.
Pria asal Kecamatan Pulau Makian juga mengungkapkan, mereka bisa dijenguk oleh orang tua di lokasi karantina.
Baca juga: Identitas Pelaku Penghilangan Nyawa Pegawai BPS Haltim: Rekan Kerja Korban, Apa Motifnya?
"Kalau jenguk tidak dilarang, hanya tidak boleh pegang HP. Kita juga diajarkan mandiri, salah satunya cuci pakaian sendiri," ungkapnya.
Afrijal merasa bangga bisa menjadi bagian dari pasukan pengibaran bendera pada HUT RI ke-80 di Halmahera Selatan.
"Saya banyak dapat pengalaman disini, para pelatih sangat tegas membibimbing. Kita juga dapat materi," tandasnya. (*)
| Nofita Ambeua, Putri Halmahera Timur yang Membawa Baki Bendera HUT ke 80 RI di Sofifi |
|
|---|
| Arif Aiman, Anggotra Paskibraka Tidore yang Bercita-cita Masuk Akpol |
|
|---|
| Mengenal Nursyfa Inayah, Anggota Paskibraka Ternate 2025 |
|
|---|
| Desa Bahagia Jadi Konsep Karantina Paskibraka Ternate 2025, Ada Pemilihan Lurah-Lurih |
|
|---|
| Ini Keseharian Anggota Paskibraka Ternate 2025 Selama Masa Karantina |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/lipsus-paski-halsel.jpg)