PT FHT Pulihkan Lingkungan Aliran Sungai di Kukuba Halmahera Timur
PT FHT menyampaikan permohonan maaf atas dampak lingkungan yang terjadi akibat limpasan air hujan yang membawa sedimen ke wilayah sungai dan muara
Penulis: Randi Basri | Editor: Munawir Taoeda
Ringkasan Berita:1. Perusahaan PT Feni Halmahera Timur (FHT) terus mengambil langkah nyata dalam pemulihan lingkungan pasca kejadian limpasan sedimen yang masuk ke aliran Sungai dan Muara Kukuba
2. Penanganan yang dilakukan perusahaan mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat maupun Pemprov Maluku Utara
3. PT FHT menyampaikan permohonan maaf atas dampak lingkungan yang terjadi akibat limpasan air hujan yang membawa sedimen ke wilayah sungai dan muara
TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Perusahaan PT Feni Halmahera Timur (FHT) terus mengambil langkah nyata dalam pemulihan lingkungan pasca kejadian limpasan sedimen yang masuk ke aliran Sungai dan Muara Kukuba, Halmahera Timur, pada 2 Mei 2026 lalu.
Penanganan yang dilakukan perusahaan mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat maupun Pemprov Maluku Utara.
PT FHT menyampaikan permohonan maaf atas dampak lingkungan yang terjadi akibat limpasan air hujan yang membawa sedimen ke wilayah sungai dan muara.
Perusahaan menegaskan komitmennya untuk menangani persoalan tersebut secara terbuka, terukur, dan bertanggung jawab dengan melibatkan pemerintah serta masyarakat sekitar.
Baca juga: Warga 2 Desa di Taliabu Terlibat Tawuran Saat Momen Idul Adha
“Sejak kejadian menjadi perhatian publik, PT FHT langsung menghentikan sementara aktivitas di area terdampak dan mempercepat pembangunan infrastruktur pengendalian limpasan air hujan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali,” jelas Head of External Relations Ranu melalui keterangannya yang diterima TribunTernate.com, Jumat (29/5/2026).
Lebih lanjut sebagai bentuk pengawasan, Kementerian Lingkungan Hidup melalui Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan Hidup (GAKKUM LH) juga sudah melakukan inspeksi lapangan pada 19 hingga 22 Mei 2026.
Tim meninjau langsung kondisi area terdampak sekaligus mengevaluasi progres penanganan yang dilakukan perusahaan.
Selanjutnya, pada 23 Mei 2026, Wakil Gubernur Maluku Utara, H Sarbin Sehe bersama jajaran Pemprov Maluku Utara dan Pemkab Halmahera Timur turut melakukan peninjauan ke lokasi pemulihan lingkungan di Kukuba.
“Rombongan tersebut terdiri dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku Utara, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur,” tuturnya.
Dalam kunjungan tersebut kata Ranu, PT FHT memaparkan berbagai langkah penanganan yang telah dilakukan, termasuk pembangunan tanggul penahan sedimentasi, penggunaan geotube untuk pengelolaan limbah lumpur, serta penguatan sistem pengendalian lingkungan di area operasional perusahaan.
Tentu dengan kunjungan ini PT FHT sangat menyambut baik pengawasan pemerintah sebagai bentuk sinergi dalam mempercepat pemulihan lingkungan.
“Kami menghormati perhatian dan pengawasan dari pemerintah serta masyarakat. Transparansi dan perbaikan nyata adalah komitmen kami. Saat ini tim di lapangan bekerja 24 jam untuk memastikan tidak ada lagi limpasan yang keluar dari area operasi,” ujarnya.
PT FHT juga melibatkan masyarakat sekitar dalam proses restorasi lingkungan.
Pendekatan partisipatif tersebut dilakukan agar penanganan berjalan lebih cepat sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap perusahaan.
Ke depan, perusahaan berkomitmen meningkatkan kapasitas kolam sedimentasi, memperkuat sistem pemantauan kualitas lingkungan secara berkala, serta menyusun prosedur tanggap darurat yang lebih ketat menghadapi kondisi cuaca ekstrem.
Dukungan terhadap langkah penanganan PT FHT juga disampaikan pemerintah desa di wilayah sekitar terdampak.
Terpisah Kepala Desa Buli Asal menyampaikan bahwa sejak kejadian pada 2 Mei 2026, penanganan lingkungan di Sungai Kukuba dilakukan secara baik oleh PT FHT bersama tim lingkungan dan masyarakat.
“Pembuatan tanggul dan penanganan limbah menggunakan geotube sudah dilakukan dengan baik. Masyarakat juga dilibatkan langsung dalam proses penanganan. Komunikasi PT FHT dengan pemerintah Desa Buli Asal juga berjalan sangat baik,” ujarnya.
Pemerintah Desa Wayafli juga menyampaikan apresiasi terhadap langkah cepat perusahaan dalam menangani sedimentasi di Kali Kukuba.
“Kami pemerintah Desa Wayafli sudah meninjau langsung ke lokasi dan melihat penanganannya sangat baik. Kami mendukung langkah PT FHT dalam mengurangi lumpur di Kali Kukuba,” katanya.
Hal senada juga disampaikan Kepala Desa Soalaipoh terkait penanganan di area Koropon, Maba Pura dan Soalaipoh.
Baca juga: 12 Ramalan Shio Besok Sabtu 30 Mei 2026: Nomor Hoki, Cinta, Karier Lengkap
“PT FHT sebagai pemangku kepentingan telah melakukan penanganan secara baik dengan menggunakan geotube. Pemerintah juga sudah berupaya maksimal dalam penanganan isu lingkungan ini. Mudah-mudahan ke depan kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” ujarnya.
PT FHT menegaskan seluruh langkah pemulihan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menjalankan operasional yang bertanggung jawab dan berkelanjutan sesuai ketentuan peraturan yang berlaku.
Perusahaan juga memastikan akan terus menyampaikan perkembangan penanganan dan pemulihan lingkungan kepada publik secara terbuka. (*)
| Warga 2 Desa di Taliabu Terlibat Tawuran Saat Momen Idul Adha |
|
|---|
| Sempat Lukai Warga, Pemkab Taliabu Pulangkan ODGJ Telantar ke Kendari |
|
|---|
| Alkes RSUD Maba Segera Lengkap, Pemkab Halmaheta Timur Tunggu Jadwal Peresmian dari Presiden |
|
|---|
| Gubernur Maluku Utara Sherly Laos Tampil Cantik Namun Sporty dengan Balutan Dobok Putih |
|
|---|
| Soal Kasus Anggota Fraksi Demokrat, Rampai Nusantara Pertanyakan Keseriusan BK DPRD Malut |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/PT-Feni-Halmahera-Timur-terus-mengambil-langkah-nyata-dalam-pemulihan-lingkungan.jpg)