Rabu, 29 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Graal Taliawo

Graal Taliawo Gandeng Investor Tiongkok, Dorong Perikanan dan Pertanian Malut

Graal Taliawo mendorong pengembangan sektor perikanan dan pertanian di Maluku Utara dengan menggandeng investor dari Fujian, Tiongkok.

Tayang:
Penulis: Randi Basri | Editor: Sitti Muthmainnah
Dok Dr. R. Graal Taliawo
INVESTOR - Anggota DPD RI daerah pemilihan Maluku Utara, R Graal Taliawo mendorong pengembangan sektor perikanan dan pertanian sebagai penopang ekonomi daerah di tengah dominasi industri pertambangan di Maluku Utara, Rabu (29/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  1. Anggota DPD RI Graal Taliawo mendorong pengembangan sektor perikanan dan pertanian di Malut dengan menggandeng investor dari Tiongkok.
  2. Melalui serangkaian audiensi dengan pemerintah daerah, akademisi, dan pelaku usaha, investor diperkenalkan pada potensi serta peluang investasi sektor perikanan dan pertanian di Malut
  3. Kerja sama ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada sektor tambang serta membuka peluang ekonomi baru, termasuk bagi UMKM lokal dan perdagangan ke pasar internasional.

TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Anggota DPD RI daerah pemilihan Maluku Utara, Graal Taliawo, mendorong pengembangan sektor perikanan dan pertanian sebagai penopang ekonomi daerah di tengah dominasi industri pertambangan di Maluku Utara.

Langkah itu diwujudkan melalui penjajakan investasi bersama perwakilan KADIN Komite Tiongkok dan Director of Two Countries Twin Park (Fujian) Investment Promotion Center, You Shie Jie, yang melakukan kunjungan ke Maluku Utara.

Pertemuan antara rombongan investor dengan sejumlah pemangku kepentingan sektor perikanan dan pertanian itu melalui tiga sesi audiensi.

Baca juga: 764 Jemaah Haji Maluku Utara 2026 Dilepas ke Tanah Suci

Audiensi tersebut melibatkan Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Perikanan, kalangan akademisi, pihak Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN), Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Asosiasi Pemilik Kapal Nelayan, hingga Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

Menurut Graal, selama ini Maluku Utara lebih dikenal sebagai daerah pertambangan, padahal secara historis dan budaya masyarakat Maluku Utara sangat dekat dengan sektor perikanan dan pertanian.

“Kalau orang melihat Maluku Utara pasti pertambangan, padahal sejarah kultur, ekonomi, budaya kita itu perikanan dan pertanian,” kata Graal saat dikonfirmasi via WhatsApp, Rabu (29/4/2026).

Ia menyebut, kontribusi sektor perikanan dan pertanian terhadap pertumbuhan ekonomi daerah masih belum dominan karena perhatian investasi yang masuk lebih banyak terserap ke sektor tambang.

Karena itu, ia mencoba membuka peluang investasi baru dengan membawa mitra dari Fujian, Tiongkok, untuk melihat langsung potensi sumber daya perikanan di Maluku Utara.

Dalam pertemuan tersebut, Dinas Perikanan Provinsi Maluku Utara mempresentasikan data potensi perikanan daerah, termasuk peluang dan tantangan investasi yang dihadapi.

“Jadi kita memperlihatkan kepada mereka potensi perikanan kita seperti apa dan kalau berinvestasi situasinya bagaimana,” ujarnya.

Tak hanya di Ternate, rombongan investor juga dijadwalkan mengunjungi Kabupaten Pulau Morotai, Halmahera Utara, hingga Pulau Bacan untuk melihat langsung potensi pertanian dan perikanan di wilayah tersebut.

Graal mengatakan pihak Fujian juga membuka ruang bagi Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk mengikuti forum investasi internasional yang akan digelar di Fujian pada Juni dan Oktober mendatang.

“Kita berharap Pemerintah Provinsi Maluku Utara bisa hadir mempresentasikan potensi perikanan kita sehingga bisa mempertemukan investor dengan potensi yang ada di daerah,” katanya.

Ia menegaskan investasi yang masuk nantinya diharapkan tidak hanya berorientasi pada industri besar, tetapi juga mampu menggerakkan sektor UMKM, khususnya pelaku usaha perikanan dan pertanian lokal.

“Harapan kita Maluku Utara tidak hanya mengandalkan tambang, tapi juga perikanan dan pertanian,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan KADIN Komite Tiongkok, Sutikno Sanusi, menilai Maluku Utara memiliki peluang besar untuk dikembangkan, bukan hanya dari sektor nikel tetapi juga perikanan dan komoditas lainnya.

Ia berharap kunjungan tersebut bisa menjadi awal terbukanya kerja sama promosi dan perdagangan hasil daerah ke pasar internasional.

“Selain nikel, ikan dan lain-lain juga bisa dikembangkan,” ujarnya.

Di sisi lain, You Shie Jie mengatakan Maluku Utara memiliki sumber daya pesisir dan kelautan yang sangat kaya dan potensial untuk dikembangkan secara berkelanjutan.

Baca juga: Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Kematian Tak Wajar di Halmahera Tengah

Menurutnya, Fujian merupakan salah satu wilayah terbesar di Tiongkok dalam industri perikanan dan makanan laut sehingga memiliki keterkaitan kuat dengan peluang kerja sama di Maluku Utara.

“Kami berharap melalui dialog ini kami bisa memahami lebih baik potensi yang dimiliki Maluku Utara dan membawa informasi ini ke Tiongkok untuk dibicarakan dengan pemerintah serta pelaku industri,” katanya.

Ia juga mengaku akan mendorong komunitas bisnis dan perwakilan pemerintah dari Tiongkok untuk datang langsung ke Maluku Utara dalam agenda lanjutan penjajakan investasi sektor perikanan dan pertanian. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved