Konflik di Halmahera Tengah
Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Kematian Tak Wajar di Halmahera Tengah
Ditreskrimum terus melakukan penyelidikan kasus dugaan pembunuhan di Halmahera Tengah dengan mengumpulkan bukti
Penulis: Randi Basri | Editor: Sitti Muthmainnah
Ringkasan Berita:
- Ditreskrimum terus melakukan penyelidikan kasus dugaan pembunuhan di Halmahera Tengah dengan mengumpulkan bukti dan keterangan secara ilmiah.
- Puluhan saksi telah diperiksa, namun belum ditemukan saksi yang melihat langsung kejadian, sehingga proses pendalaman masih terus dilakukan, termasuk melalui hasil otopsi.
- Kasus kematian mantan Kepala Desa Bobane Jaya, Ustad Ali Daud, menjadi perhatian serius Kapolda Waris Agono.
TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku Utara saat ini terus melakukan penyelidikan kasus penghilangan nyawa di hutan Halmahera Tengah.
Perihal tersebut disampaikan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Maluku Utara, Kombes Pol. I Gede Putu Widyana.
Gede Putu Widyana mengaku, penanganan kasus tersebut juga merupakan komitmen Kapolda Maluku Utara untuk mengusut hingga tuntas.
Baca juga: Maluku Utara Jadi Lokus Policy Sandbox Penguatan Pers dan Media BEJO’S
“Untuk kasus ini sekarang kita terus melakukan upaya penyelidikan,” kata Kombes Pol I Gede Putu Widyana saat dikonfirmasi via WhatsApp, Selasa (28/4/2026).
Dia juga menyebut, penyelidikan kasus bukan semata-mata langsung namun tim harus mengumpulkan bukti maupun keterangan di lapangan.
Namun juga berdasarkan penyelidikan ilmiah yang dilakukan agar bisa dipertanggungjawabkan secara pengetahuan dan hukum.
“Kita tidak bisa asal menuduh orang, tentunya semua itu butuh waktu dan proses penyelidikan pun dilakukan harus secara ilmiah,” tuturnya.
Dalam proses penyelidikan pun sudah puluhan saksi dimintai keterangan, namun kata I Gede Putu, saksi yang melihat langsung kejadian tidak ada sehingga ini yang masih didalami.
"Tidak hanya saksi tim dari otopsi pun ikut diturunkan dan semua tahapan sudah dilakukan saat ini tim masih mendalami semua keterangan yang ada."
“Tentu dengan upaya ini kita berharap kepada masyarakat agar bisa bersabar dan tidak mudah terprovokasi dengan isu yang tidak benar, karena kasus ini pasti jadi atensi dan sekarang kita terus melakukan penyelidikan,” katanya mengakhiri.
Diketahui Polda Maluku Utara terus mendalami dugaan kasus penghilangan nyawa mantan Kepala Desa Bobane Jaya, Ustad Ali Daud.
Korban yang dikenal luas sebagai figur panutan itu ditemukan meninggal tak wajar pada 2 April 2026 di area perkebunan warga.
Baca juga: Kunci Jawaban PAI Kelas 6 Kurikulum Merdeka Halaman 98: Soal Uraian Bab 5
Kondisi jasad yang menunjukan dugaan penyiksaan berat oleh pihak tak dikenal meninggalkan luka mendalam dan trauma kolektif bagi warga di wilayah yang dikenal sebagai Bumi Fagogoru tersebut.
Bahkan kasus ini Kapolda Maluku Utara Irjen Pol Waris Agono menegaskan penanganan kasus jadi atensi.
Dia juga berharap masyarakat di Kecamatan Patani Barat, Halmahera Tengah untuk bersabar menunggu penanganan kasus yang saat ini sedang ditangani. (*)
| Mahasiswa Gelar Aksi di Kantor DPRD Malut, Desak Usut Kasus Kematian di Halteng |
|
|---|
| Warga Patani Barat Halmahera Tengah Gelar Unjuk Rasa, Tuntut Keadilan atas Tewasnya Kakek Ali Daud |
|
|---|
| Gubernur Malut Dorong Pemulihan dan Jamin Akses Pendidikan Warga Sibenpopo-Banemo Halmahera Tengah |
|
|---|
| Tangis Haru Warnai Perdamaian Warga Sibenpopo dan Banemo di Halmahera Tengah |
|
|---|
| Warga Serahkan Sajam ke Polisi, Bentrok Antar Kampung di Halteng Berakhir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/kasus-pembunuhan-di-halteng-update.jpg)