Minggu, 19 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Idul Fitri 1447 H, Ini Bacaan Takbiran Lengkap dan Waktu Pelaksanaannya

Takbiran menjadi tradisi utama umat Islam dalam menyambut Idul Fitri sebagai bentuk syukur setelah Ramadan

TRIBUNNEWS/HERUDIN
TAKBIRAN - Jamaah memukul bedug untuk menyemarakkan malam takbiran di Masjid Istiqlal, Jakarta. Takbiran menjadi tradisi utama umat Islam dalam menyambut Idul Fitri sebagai bentuk syukur setelah Ramadan. Terdapat dua versi takbiran, yaitu pendek dan panjang, yang dilengkapi dengan teks Arab, latin, dan arti. 

Ringkasan Berita:
  1. Takbiran menjadi tradisi utama umat Islam dalam menyambut Idul Fitri sebagai bentuk syukur setelah Ramadan.
  2. Terdapat dua versi takbiran, yaitu pendek dan panjang, yang dilengkapi dengan teks Arab, latin, dan arti.
  3. Takbir dimulai sejak malam Idul Fitri hingga sebelum salat Id sebagai bagian dari syiar Islam.

TRIBUNTERNATE.COM - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, lantunan takbir mulai menggema sebagai penanda berakhirnya bulan suci Ramadan dan datangnya hari kemenangan bagi umat Islam.

Di Indonesia, penetapan Idul Fitri tahun ini berpotensi berbeda. Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Sementara itu, pemerintah melalui sidang isbat Kementerian Agama (Kemenag) diperkirakan menetapkan pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Baca juga: Doa Hari Terakhir Ramadan: Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Takbiran menjadi tradisi yang tak terpisahkan dari perayaan Idul Fitri. Selain sebagai ungkapan syukur, takbir juga merupakan syiar Islam yang telah dicontohkan sejak masa Rasulullah SAW.

Dosen Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dartim, menjelaskan bahwa kata takbiran berasal dari “kabaro” yang berarti mengagungkan. Hal ini merujuk pada kalimat “Allahu Akbar” yang bermakna Allah Maha Besar.

Sejak zaman Nabi Muhammad SAW, takbir telah dikumandangkan menjelang salat Id. Bahkan, sahabat seperti Ibnu Umar dikenal mengeraskan suara takbir saat menuju tempat salat hingga imam memulai pelaksanaan salat Id.

Di Indonesia, tradisi ini berkembang sejak masuknya Islam pada abad ke-13. Pada masa Kesultanan Demak, takbiran dilakukan di masjid dan alun-alun. Kini, takbiran semakin meriah dengan pawai obor, kendaraan hias, hingga siaran digital.

Namun, esensi takbiran tetap sebagai bentuk mengingat Allah. Umat Islam diimbau tidak berlebihan dalam perayaan agar tidak menghilangkan makna spiritualnya.

Teks Takbiran Idul Fitri 1447 H

1. Versi Pendek:

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Latin:

Allahu akbar Allahu akbar Allahu akbar, laa ilaaha illallah wallahu akbar, Allahu akbar walillaahil hamd

Artinya:

"Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tidak ada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah."

2. Versi Panjang:

اَللّٰهُ أَكْبَرْ اَللّٰهُ أَكْبَرْ اَللّٰهُ أَكْبَرْ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ، اَللّٰهُ أَكْبَرْ اَللّٰهُ أَكْبَرْ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
اَللّٰهُ أَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللّٰهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَاللّٰهُ أَكْبَرْ، اَللّٰهُ أَكْبَرْ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Artinya:

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved