Erupsi Gunung Dukono
Kapolres Halut: Pendakian Gunung Dukono Dilarang, Dua Guide Diperiksa
Polres Halmahera Utara menahan dua pemandu lokal yang membawa rombongan pendaki ke Gunung Dukono usai insiden erupsi yang menyebabkan dua wna
Penulis: Randi Basri | Editor: Sitti Muthmainnah
Dalam beberapa tahun terakhir, Gunung Dukono tercatat terus mengalami erupsi dengan intensitas yang fluktuatif.
Erupsi biasanya berupa semburan abu vulkanik setinggi ratusan hingga ribuan meter dari kawah utama.
Pada erupsi sebelumnya, hujan abu sempat berdampak pada sejumlah desa di sekitar Kecamatan Galela dan Tobelo.
Aktivitas penerbangan di wilayah Maluku Utara juga beberapa kali mendapat peringatan akibat sebaran abu vulkanik.
Dari Ternate ke Gunung Dukono
Dari Kota Ternate menuju Gunung Dukono, jaraknya kurang lebih 170 hingga 200 kilometer. Tergantung jalur perjalanan yang digunakan.
Perjalanan dari Ternate biasanya dimulai dengan menyeberang menggunakan kapal cepat atau ferry menuju Pelabuhan Sofifi.
Bisa juga melalui Pelabuhan Sidangoli di Halmahera Barat.
Baca juga: 5 Zodiak dengan Ramalan Bintang Terbaik Sabtu 9 Mei 2026: Masa Sulit Gemini Berakhir
Dari sana, perjalanan dilanjutkan melalui jalur darat menuju Tobelo, ibu kota Kabupaten Halmahera Utara.
Dari Tobelo, perjalanan ke kaki Gunung Dukono dilanjutkan menuju Desa Mamuya yang menjadi salah satu titik awal pendakian.
Waktu tempuh keseluruhan dari Ternate menuju kawasan Gunung Dukono dapat mencapai 6 hingga 8 jam perjalanan.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/2-guide-lokal-di-tahan-di-polres-halut.jpg)