Rabu, 13 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Kemenag Malut

Permabudhi dan Kemenag Malut Gelar Aksi Eco Enzyme di Ternate Sambut Waisak 2026

Permabudhi Maluku Utara bersama Kanwil Kemenag Malut menggelar aksi penuangan Eco Enzyme di Ternate dalam rangka menyambut Hari Raya Waisak 2026

Tayang:
Dok Kemenag Malut
KEGIATAN - Permabudhi Maluku Utara bersama Kanwil Kemenag Malut menggelar aksi penuangan Eco Enzyme di Ternate dalam rangka menyambut Hari Raya Waisak 2570 BE/2026. Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Malut, Marsam, menyebut kegiatan tersebut merupakan program nasional Ditjen Bimas Buddha sebagai bentuk kepedulian umat Buddha terhadap lingkungan dan harmoni alam. 
Ringkasan Berita:
  1. Permabudhi dan Kanwil Kemenag Malut menggelar aksi penuangan Eco Enzyme di Ternate untuk menyambut Hari Raya Waisak 2570 BE/2026.
  2. Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Malut, Marsam, menyebut kegiatan tersebut merupakan program nasional Ditjen Bimas Buddha.
  3. Kakanwil Kemenag Malut, H. Amar Manaf, mengapresiasi aksi tersebut karena sejalan dengan penguatan ekoteologi dan mengajak masyarakat menjadikan nilai agama sebagai dasar menjaga kelestarian lingkungan.

TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE – Menyambut Hari Raya Waisak 2570 BE/2026, Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Provinsi Maluku Utara bersama Bidang Bimbingan Masyarakat Buddha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara melaksanakan kegiatan penuangan Eco Enzyme, Minggu (10/5/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di aliran seputaran Pandara-Kananga, Jalan Batu Meja, Makassar Timur, Kota Ternate, sebagai bagian dari rangkaian Vesakha Sananda 2570 BE/2026.

Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Maluku Utara, Marsam, mengatakan kegiatan tersebut merupakan program Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI yang dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia.

Baca juga: Manjakan Nasabah, BRI BO Ternate Hadirkan Layanan Weekend Banking: Solusi Perbankan Tanpa Batas

Menurutnya, kegiatan itu menjadi bentuk kepedulian umat Buddha terhadap lingkungan sekaligus implementasi nilai cinta kasih dan harmoni dengan alam sebagaimana diajarkan dalam ajaran Buddha.

“Melalui kegiatan ini, umat Buddha diajak untuk menghadirkan praktik keagamaan yang berdampak langsung terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat,” ujar Marsam.

Ia menjelaskan, Eco Enzyme merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik seperti kulit buah dan sayuran yang memiliki berbagai manfaat, di antaranya membantu mengurangi pencemaran air, memperbaiki kualitas lingkungan, serta mendukung gerakan ramah lingkungan berkelanjutan.

Waisak 2026
KEGIATAN - Permabudhi Maluku Utara bersama Kanwil Kemenag Malut menggelar aksi penuangan Eco Enzyme di Ternate dalam rangka menyambut Hari Raya Waisak 2570 BE/2026. Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Malut, Marsam, menyebut kegiatan tersebut merupakan program nasional Ditjen Bimas Buddha sebagai bentuk kepedulian umat Buddha terhadap lingkungan dan harmoni alam.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara, H. Amar Manaf, yang hadir membuka kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas aksi nyata kepedulian lingkungan yang dilakukan umat Buddha di Maluku Utara.

Menurut Amar Manaf, kegiatan penuangan Eco Enzyme tidak hanya menjadi agenda seremonial menyambut Waisak, tetapi juga mencerminkan kesadaran spiritual yang diwujudkan melalui kepedulian terhadap alam dan lingkungan hidup.

Ia menegaskan, gerakan tersebut sejalan dengan program prioritas Menteri Agama RI terkait penguatan ekoteologi, yakni membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab keagamaan.

Baca juga: Usai Dikalahkan PSIM Yogyakarta, Malut United Terlempar dari 5 Besar Klasemen Sementara Super League

“Memang sudah seharusnya hidup dilandaskan pada nilai-nilai ajaran agama. Ketika agama hadir dalam tindakan nyata menjaga alam, di situlah spiritualitas menemukan maknanya,” kata Amar Manaf.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan semangat Vesakha Sananda 2570 BE/2026 dapat menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan antara kehidupan manusia dan alam semesta. Selain itu, kegiatan itu juga diharapkan mampu mempererat semangat kebersamaan lintas umat dalam menjaga kelestarian lingkungan di Maluku Utara.

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved