Unkhair Ternate
Seminar FPIK Unkhair Bahas Kerentanan Bencana Pesisir Kota Ternate
FPIK Universitas Khairun menggelar seminar bertema “Kerentanan Bencana Pesisir Kota Ternate” yang membahas ancaman gempa bumi, tsunami, abrasi pantai.
Ringkasan Berita:
- FPIK Unkhair menggelar seminar bertema “Kerentanan Bencana Pesisir Kota Ternate” yang membahas ancaman gempa bumi, tsunami, abrasi pantai hingga erupsi gunung api.
- Dekan FPIK Unkhair, Dr. Riyadi Subur, menilai edukasi mitigasi bencana bagi masyarakat pesisir perlu diperkuat karena Malut berada di kawasan rawan.
- Akademisi Unkhair menyoroti ancaman abrasi di Pulau Moti serta posisi geografis Ternate yang berada di kawasan cincin api dan dekat dengan Samudra Pasifik.
TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE – Ancaman gempa bumi, tsunami, abrasi pantai hingga erupsi gunung api di Kota Ternate menjadi sorotan dalam seminar yang digelar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Khairun (FPIK-Unkhair), Selasa (12/5/2026).
Seminar bertema “Kerentanan Bencana Pesisir Kota Ternate” tersebut berlangsung di Aula Nuku, Gedung Rektorat Kampus II Unkhair, Ternate. Kegiatan menghadirkan akademisi, anggota DPRD Kota Ternate, serta sejumlah instansi teknis Pemerintah Kota Ternate untuk membahas ancaman bencana dan langkah mitigasi di wilayah pesisir.
Dekan FPIK Unkhair, Dr. Riyadi Subur, S.Pi., M.Si mengatakan Kota Ternate merupakan wilayah dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi sehingga edukasi mitigasi kepada masyarakat perlu diperkuat.
Baca juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca untuk Sejumlah Wilayah di Maluku Utara
Menurutnya, pemahaman masyarakat pesisir terkait ancaman gempa maupun bencana lainnya masih perlu ditingkatkan agar warga mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika terjadi bencana.
Ia juga menyinggung gempa bumi magnitudo 7,4 yang sempat mengguncang perairan Maluku Utara beberapa waktu lalu dan dampaknya turut dirasakan masyarakat Kota Ternate, khususnya di wilayah Batang Dua.
“Pemahaman masyarakat di wilayah pesisir tentang gempa atau bencana perlu ditingkatkan, sehingga mereka memiliki pengetahuan bagaimana menghadapi bencana,” ujarnya.
Riyadi turut mengapresiasi simulasi evakuasi gempa yang ditampilkan dalam seminar tersebut. Menurutnya, penyebarluasan informasi mitigasi bencana harus terus dilakukan karena Maluku Utara berada di kawasan rawan gempa bumi, tsunami hingga erupsi gunung api.
“Kita di daerah pesisir, bencana bisa dari gunung berapi, bisa dari laut dalam bentuk tsunami,” katanya.
Dalam seminar itu, dua akademisi FPIK Unkhair menjadi pembicara utama, yakni Ir. Zulhan A. Harahap, Ph.D dan Ridwan Lessy, S.Pi., M.Si., Ph.D.
Zulhan Harahap memaparkan ancaman kenaikan permukaan laut akibat mencairnya es di kutub dan Greenland, pemuaian air laut, serta faktor lokal seperti pasang surut, gelombang dan arus laut.
Ia mencontohkan abrasi yang kini mengancam Desa Tafamutu di Pulau Moti, Kota Ternate. Bahkan, menurutnya, terdapat bangunan sekolah yang mulai terdampak abrasi pantai.
“Ada sekolah di Tafamutu yang saat ini sudah nyaris rusak akibat abrasi,” ungkapnya.
Sementara itu, Ridwan Lessy menyoroti posisi geografis Kota Ternate yang berada di kawasan cincin api atau ring of fire Indonesia dan dikelilingi laut dengan topografi lereng curam.
Menurut Ridwan, Ternate menghadapi sedikitnya enam tantangan besar, yakni pertumbuhan penduduk, keterbatasan lahan, kawasan kumuh, sumber daya air, urban heat atau panas kota, serta kerawanan bencana.
Baca juga: PSOI Maluku Utara Matangkan Persiapan Pelantikan dan Targetkan Event Internasional
“Ternate berada di tiga lempeng besar aktif serta sesar-sesar kecil. Pulau ini juga dikelilingi laut dan berdekatan dengan Samudra Pasifik,” jelasnya.
Ia menambahkan, Kota Ternate memiliki potensi ancaman bencana berupa banjir bandang, longsor, cuaca ekstrem, gempa bumi, tsunami hingga erupsi Gunung Gamalama.
Karena itu, menurut Ridwan, diperlukan pendekatan terpadu untuk memahami hubungan antar ancaman bencana agar langkah mitigasi dapat dilakukan sejak dini. (*)
| FKIP Unkhair Sosialisasikan PMB Pascasarjana di Halmahera Utara |
|
|---|
| Konsolidasi Demokrasi, FH Unkhair dan Bawaslu Malut Perkuat Kolaborasi Akademik |
|
|---|
| Hardiknas 2026, DWP Unkhair Ternate Dorong Kreativitas Anak Lewat Lomba Mewarnai dan Menggambar |
|
|---|
| FKIP Unkhair Sosialisasikan Program Magister kepada Guru di Ternate |
|
|---|
| Panitia Qurban Unkhair Ternate Siapkan 11 Ekor Sapi untuk Idul Adha 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/FPIK-Unkhair-ternate-tribun-ternate.jpg)