Senin, 8 Juni 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemkab Kepulauan Sula

Protes Ketidaktransparansian Anggaran, Warga Fatkauyon Segel Gedung Serbaguna

Aksi ini dipicu oleh kekecewaan warga terhadap kebijakan Pemerintah Desa (Pemdes) yang mengalihfungsikan gedung serbaguna menjadi kantor desa

Tayang:
Penulis: Randi Basri | Editor: Munawir Taoeda
Istimewa
TUNTUTAN: warga Desa Fatkauyon, Kecamatan Sulabesi Timur, Kepulauan Sula, Maluku Utara melakukan aksi pemalangan (penyegelan) gedung serbaguna desa, Minggu (7/6/2026). 
Ringkasan Berita:1. warga Desa Fatkauyon, Kecamatan Sulabesi Timur, Kepulauan Sula melakukan aksi pemalangan (penyegelan) gedung serbaguna desa pada Minggu (7/6/2026)
2. Aksi ini dipicu oleh kekecewaan warga terhadap kebijakan Pemerintah Desa (Pemdes) yang mengalihfungsikan gedung serbaguna menjadi kantor desa
3. Warga menilai Kepala Desa (Kades) Fatkauyon Badrun Yoisangadji tidak berniat mengusulkan pembangunan kantor desa yang definitif

TRIBUNTERNATE.COM, SANANA - warga Desa Fatkauyon, Kecamatan Sulabesi Timur, Kepulauan Sula, Maluku Utara melakukan aksi pemalangan (penyegelan) gedung serbaguna desa pada Minggu (7/6/2026).

Aksi ini dipicu oleh kekecewaan warga terhadap kebijakan Pemerintah Desa (Pemdes) yang mengalihfungsikan gedung serbaguna menjadi kantor desa, alih-alih membangun fasilitas kantor yang baru.

Alasan di Balik Aksi Pemalangan

Warga menilai Kepala Desa (Kades) Fatkauyon Badrun Yoisangadji tidak berniat mengusulkan pembangunan kantor desa yang definitif.

Baca juga: Ramalan Zodiak Hari Ini Minggu 7 Juni 2026: Nasib, Rezeki dan Peluang

Sebaliknya, Pemdes malah mengajukan anggaran untuk rehabilitasi gedung serbaguna, padahal kondisi bangunan tersebut dinilai masih sangat layak.

"Kami meminta agar Pemdes Fatkauyon mengusulkan pembangunan gedung kantor desa yang baru, jangan malah menggunakan gedung serbaguna, "ujar perwakilan warga, Iskandar Koroy, usai melakukan pemalangan.

Selain persoalan fasilitas fisik, warga juga menyoroti buruknya transparansi pengelolaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) di bawah kepemimpinan Badrun Yoisangadji.

"Pengelolaan ADD sama sekali tidak melibatkan masyarakat. Padahal, masyarakat memiliki hak untuk mengetahui keterbukaan informasi terkait pengelolaan anggaran tersebut, "tegas Iskandar.

Warga berharap aksi pemalangan ini menjadi teguran keras agar Kades segera mengambil langkah konkret untuk mengusulkan program pembangunan kantor desa.

"Jangan hanya mengontrak gedung sana-sini untuk keperluan kantor, sementara usulan pembangunan kantor desa sendiri diabaikan."

"Ditambah lagi pengelolaan anggaran yang tidak transparan, ini yang sangat kami sesalkan, "tambahnya.

Respon Pemerintah Desa dan Kepolisian

Baca juga: Kode Redeem Mobile Legends Minggu 7 Juni 2026, Terbaru ALdiBurger

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Fatkauyon Badrun Yoisangadji belum memberikan respons saat dikonfirmasi terkait aksi pemalangan tersebut.

Di sisi lain, pihak kepolisian bergerak cepat merespons situasi ini. Kapolres Kepulauan Sula, AKBP Kodrat Muh Hartanto, menyatakan siap menindaklanjuti laporan warga dan akan turun langsung ke lokasi untuk memediasi konflik.

"Saya sudah memerintahkan Kapolsek Sanana, AKP Muslim Umabaihi, untuk turun ke lokasi guna melakukan mediasi yang melibatkan Camat, Kades, dan masyarakat guna mencari solusi terbaik, "tandas Kapolres. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved