Pemprov Malut
Maluku Utara Jadi Target Proyek Internasional Konservasi Cengkeh dan Pala
Kata Kementan RI, Maluku Utara merupakan daerah asal sumber daya genetik cengkeh dan pala yang sangat penting untuk dijaga keberlanjutannya
Ringkasan Berita:1. Maluku Utara menjadi salah satu daerah prioritas dalam proyek internasional Crop Diversity Conservation and Sustainable Use in Indonesia (CDCSUI)
2. Selain Jawa Tengah dan Kalimantan Tengah, Maluku Utara menjadi satu dari tiga provinsi di Indonesia yang ditetapkan sebagai lokasi pelaksanaan proyek strategis tersebut
3. Samsuddin A Kadir mengatakan proyek itu akan difokuskan pada pelestarian tanaman asli Maluku Utara terutama cengkih dan pala
Rilis
TRIBUNTERNATE.COM, SOFIFI - Maluku Utara menjadi salah satu daerah prioritas dalam proyek internasional Crop Diversity Conservation and Sustainable Use in Indonesia (CDCSUI) sebagai upaya konservasi tanaman asli daerah agar mampu bersaing dan dikenal di tingkat global.
Pemprov Maluku Utara menyambut positif pelaksanaan proyek tersebut melalui audiensi antara Sekprov Maluku Utara Samsuddin A Kadir, dan Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BRMP Biogen), Kamis (21/5/2026), di ruang rapat eks-Crisant.
Selain Jawa Tengah dan Kalimantan Tengah, Maluku Utara menjadi satu dari tiga provinsi di Indonesia yang ditetapkan sebagai lokasi pelaksanaan proyek strategis tersebut.
Samsuddin A Kadir mengatakan proyek itu akan difokuskan pada pelestarian tanaman asli Maluku Utara terutama cengkeh dan pala.
Baca juga: Dunia Turun Tangan, Malut Jadi Lokasi Proyek Konservasi Tanaman Asli Proyek CDCSUI Kementan-FAO
"Kami telah melakukan audiensi dengan BRMP Biogen terkait pelaksanaan proyek konservasi berkelanjutan terhadap tanaman asli Maluku Utara, khususnya cengkih dan pala, "ujar Samsuddin.
Ia menjelaskan, selain cengkih dan pala, terdapat sejumlah komoditas lokal lain yang juga masuk dalam program tersebut, seperti padi lokal, talas, dan beberapa jenis tanaman pangan lokal lainnya.
"Sebenarnya ada lima komoditas dalam proyek ini, termasuk padi lokal dan talas, "katanya.
Menurut Samsuddin, proyek konservasi tersebut direncanakan dilaksanakan di dua wilayah di Maluku Utara yakni Kota Tidore Kepulauan dan Halmahera Selatan.
Ia berharap program tersebut tidak hanya menjaga kelestarian tanaman khas Maluku Utara, tetapi juga memperkuat pengakuan dunia bahwa cengkih berasal dari Maluku Utara.
"Mudah-mudahan kerja sama ini terus berjalan dan pada akhirnya dunia mengakui bahwa cengkih memang berasal dari Maluku Utara, "ujarnya.
Selain mendukung pelestarian sumber daya genetik tanaman, pemerintah daerah juga berharap proyek tersebut mampu meningkatkan nilai ekonomi masyarakat dan membawa nama Maluku Utara ke tingkat internasional.
Sementara itu, Kepala BRMP Biogen Kementerian Pertanian, Atekan, menegaskan Maluku Utara merupakan daerah asal sumber daya genetik cengkeh dan pala yang sangat penting untuk dijaga keberlanjutannya.
Menurutnya, melalui proyek CDCSUI, para petani nantinya akan mendapatkan pembinaan dan pendampingan secara intensif.
"Tujuannya menjaga kelestarian tanaman agar tidak punah sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat, "kata Atekan.
Baca juga: Dunia Turun Tangan, Malut Jadi Lokasi Proyek Konservasi Tanaman Asli Proyek CDCSUI Kementan-FAO
| Dunia Turun Tangan, Malut Jadi Lokasi Proyek Konservasi Tanaman Asli Proyek CDCSUI Kementan-FAO |
|
|---|
| Pemprov Malut dan Kemendagri Soroti Akurasi Data Program Strategis Nasional di Daerah |
|
|---|
| PPIHD Maluku Utara Siapkan Skema 'Jalur Cepat' Penjemputan Jemaah Haji |
|
|---|
| Pemprov Malut Serukan Diversifikasi Ekonomi Nontambang, Antisipasi Perlambatan Ekonomi |
|
|---|
| Malut Jadi Provinsi Fokus UNICEF 2026–2030, Pemprov Dorong Penguatan SDM dan Perlindungan Anak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Lhp-samsuddin-a-kadir-6.jpg)