Pemprov Malut
Sidang MPL PGID, Wagub Malut Sarbin Sehe Teguhkan Relasi Kebangsaan dalam Kemajemukan
Sarbin Sehe juga menggarisbawahi tantangan efisiensi fiskal yang tengah menerpa seluruh daerah, serta situasi geopolitik global yang terjadi
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Iga Almira Rugaya Assagaf
TRIBUNTERNATE.COM, SOFIFI - Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, menghadiri Sidang Majelis Pekerja Lengkap (MPL) Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Daerah (PGID) Wilayah Maluku Utara Tahun 2026 di Gereja El Shaddai, Jumat (22/5/2026).
Dalam suasana khidmat, Sarbin menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada keluarga besar PGID Maluku Utara atas kontribusi dan peran aktifnya dalam membangun kehidupan umat yang harmonis, rukun, dan toleran di Bumi Moloku Kie Raha.
"Sidang MPL ini memiliki makna strategis dan penting, bukan hanya sebagai forum untuk mengevaluasi dan merencanakan program kerja PGID, tetapi juga sebagai momentum memperkuat pelayanan dan pengajaran iman demi kemajuan masyarakat luas," imbuh Sarbin.
Baca juga: Pemprov Maluku Utara Gandeng BPH Migas, Perkuat Pengawasan BBM dan Optimalisasi PAD
Sementara itu, Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Wilayah (PGIW) Maluku Utara, Pdt. Prof. Dr. Julianus Mojau, M.Th., menekankan agar PGIW Malut terus menata diri dengan baik.
Hal ini agar lembaga mampu menjadi penggerak keesaan gereja-gereja, serta mewujudkan ecclesia domestica dengan menegakkan keadilan bagi segenap ciptaan Allah di wilayah Maluku Utara.
"PGIW Malut bersifat lintas denominasi, sehingga arah pelayanannya harus sejalan dengan Trilogi Kerukunan yang telah digaungkan oleh Menteri Agama," ujar Julianus.
Menurut Julianus, gagasan trilogi kerukunan yang selama ini dikenal, yakni kerukunan antarumat beragama, kerukunan internal umat beragama, dan kerukunan antara umat beragama dengan pemerintah, kini harus dikembangkan menjadi model yang lebih luas dan transformatif.
"Kita ingin membawa nilai kerukunan ini ke fase yang lebih maju, yaitu kerukunan ekologis yang menjaga keseimbangan antara manusia dan alam semesta. Ini adalah wujud nyata dari nilai-nilai kemanusiaan yang berorientasi pada kemajuan peradaban," jelasnya.
Di sisi lain, Sarbin Sehe juga menggarisbawahi tantangan efisiensi fiskal yang tengah menerpa seluruh daerah, serta situasi geopolitik global yang terjadi saat ini.
Sarbin menjelaskan bahwa saat ini telah terjadi transformasi dalam sistem penganggaran nasional. Pemerintah kini melihat secara saksama kebutuhan riil masyarakat di lapangan agar dapat terus memberikan pelayanan publik yang optimal.
Menutup sambutannya, mantan Kakanwil Kemenag Malut tersebut menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus berkomitmen menciptakan iklim yang kondusif bagi seluruh umat beragama agar dapat beribadah, beraktivitas, dan berkontribusi bagi pembangunan daerah.
"Kami meyakini bahwa pembangunan sejati tidak hanya diukur dari aspek fisik dan ekonomi semata, tetapi juga dari kualitas moral, etika, dan spiritual masyarakatnya," pungkas Wagub.
Maluku Utara adalah miniatur Indonesia. Di dalamnya hidup berbagai suku, agama, dan budaya secara berdampingan dalam damai. Keberagaman ini adalah kekuatan besar yang harus terus dirawat dengan semangat saling menghormati dan bekerja sama demi kemajuan daerah. (*)
| Pemprov Maluku Utara Gandeng BPH Migas, Perkuat Pengawasan BBM dan Optimalisasi PAD |
|
|---|
| Maluku Utara Jadi Target Proyek Internasional Konservasi Cengkeh dan Pala |
|
|---|
| Dunia Turun Tangan, Malut Jadi Lokasi Proyek Konservasi Tanaman Asli Proyek CDCSUI Kementan-FAO |
|
|---|
| Pemprov Malut dan Kemendagri Soroti Akurasi Data Program Strategis Nasional di Daerah |
|
|---|
| PPIHD Maluku Utara Siapkan Skema 'Jalur Cepat' Penjemputan Jemaah Haji |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/sarbin-sehe_23453476.jpg)