Minggu, 31 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Warga RT 08 Rua Ternate Dihantui Abrasi: 'Kami Tidak Baik-baik Saja Ibu Sherly Laos'

Hantaman ombak dan pasang air laut yang terus menerjang pesisir membuat warga hidup dalam ketakutan, terutama saat malam hari

Tayang:
TribunTernate.com/Iga Almira Rugaya Assagaf
ABRASI - Warga RT 08 Kelurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate, Maluku Utara, saat berbicara soal dihantui ancaman abrasi yang terjadi sejak tahun 2021, Jumat (29/5/2026). Dalam kondisi penuh kecemasan itu, warga berharap Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Pemkot Ternate segera turun tangan memberikan solusi konkret. 

TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Warga RT 08 Kelurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate, Maluku Utara, kembali dihantui ancaman abrasi yang terjadi sejak tahun 2021.

Hantaman ombak dan pasang air laut yang terus menerjang pesisir membuat warga hidup dalam ketakutan, terutama saat malam hari dan musim ombak tiba.

Kondisi terkini di sana disebut warga semakin memprihatinkan. Air laut kerap meluap hingga masuk ke dalam rumah warga, menyebabkan mereka tidak bisa tidur dengan tenang.

Baca juga: Terancam Abrasi, Warga Kelurahan Rua Ternate Memohon Perhatian Gubernur Maluku Utara Sherly Laos

Warga RT 08 Kelurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate, Maluku Utara_2
ABRASI - Warga RT 08 Kelurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate, Maluku Utara, saat berbicara soal dihantui ancaman abrasi yang terjadi sejak tahun 2021, Jumat (29/5/2026).

Warga setempat bahkan menyebut kondisi itu sebagai “tidur tara sono”, karena harus terus berjaga-jaga apabila sewaktu-waktu ombak besar menerobos masuk ke dalam rumah.

Tak hanya mengganggu aktivitas dan waktu istirahat, abrasi juga menyebabkan kerugian material.

Saat ombak besar datang, sejumlah perabot rumah tangga seperti kursi hingga peralatan dapur hanyut terbawa arus laut.

Beberapa rumah yang berada paling dekat dengan bibir pantai kini bahkan disebut sudah berada dalam kondisi kritis dan terancam ambruk.

abrasi pantai_kelurahan rua
ABRASI - Ancaman abrasi di lingkungan RT 08, Kelurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate, Maluku Utara.

Warga pun terpaksa bergotong royong memindahkan barang-barang berharga ke rumah kerabat atau tetangga yang dinilai lebih aman.

Menurut warga, kondisi tersebut bukan kejadian baru, melainkan bencana tahunan yang terus berulang, terutama saat memasuki musim ombak pada bulan Desember.

Dalam kondisi penuh kecemasan itu, warga berharap Pemerintah Provinsi Maluku Utara segera turun tangan memberikan solusi konkret.

Mereka juga secara khusus meminta Gubernur Maluku Utara Sherly Laos untuk datang langsung melihat kondisi pesisir RT 08 Kelurahan Rua.

“Kami mohon Ibu turun lihat langsung supaya Ibu lebih cepat ambil langkah biar semua ini bisa terselesaikan dengan cepat. Kami sangat mengharapkan Ibu,” ujar salah satu perwakilan warga.

Warga mengaku saat ini mereka berada dalam kondisi yang tidak baik-baik saja akibat ancaman abrasi yang terus menghantui setiap tahun.

Selain kepada gubernur, warga juga menyampaikan harapan kepada Wali Kota Ternate agar memberi perhatian lebih terhadap kondisi pesisir di Kelurahan Rua.

Warga menyayangkan karena hingga kini belum ada peninjauan langsung terhadap rumah-rumah yang rusak maupun kerugian warga akibat perabot yang hanyut terbawa ombak.

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved