Sabtu, 30 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Warga RT 08 Rua Ternate Dihantui Abrasi: 'Kami Tidak Baik-baik Saja Ibu Sherly Laos'

Hantaman ombak dan pasang air laut yang terus menerjang pesisir membuat warga hidup dalam ketakutan, terutama saat malam hari

Tayang:
TribunTernate.com/Iga Almira Rugaya Assagaf
ABRASI - Warga RT 08 Kelurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate, Maluku Utara, saat berbicara soal dihantui ancaman abrasi yang terjadi sejak tahun 2021, Jumat (29/5/2026). Dalam kondisi penuh kecemasan itu, warga berharap Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Pemkot Ternate segera turun tangan memberikan solusi konkret. 

Kini warga RT 08 Kelurahan Rua hanya berharap adanya langkah nyata dari pemerintah daerah demi mencegah abrasi semakin parah dan mengancam keselamatan mereka.

Diberitakan sebelumnya, warga RT 08/RW 03 Kelurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate kini dilingkupi rasa cemas mendalam.

Pasalnya ancaman abrasi pantai yang kian parah membuat pemukiman mereka rentan terjangkau ombak besar.

 Warga menaruh harapan besar kepada Gubernur Maluku Utara Sherly Laos, yang kiranya untuk meninjau langsung kondisi mereka.

Jarak pantai kian dekat, tidur warga tak lagi nyenyak

KELUHAN: Kondisi terkini rumah warga di RT 08/RW 03, Kelurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate, Selasa (19/5/2026). Warga sekitar bibir pantai mengeluh ombak sering masuk ke dalam rumah kala air pasang tiba
KELUHAN: Kondisi terkini rumah warga di RT 08/RW 03, Kelurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate, Selasa (19/5/2026). Warga sekitar bibir pantai mengeluh ombak sering masuk ke dalam rumah kala air pasang tiba (Dok Warga Ternate)

Informasi yang dihimpun Tribunternate.com, kondisi pesisir di wilayah tersebut berubah drastis dalam beberapa tahun terakhir.

Dahulu, jarak antara rumah warga dengan bibir pantai terbilang aman, berkisar 10 hingga 15 meter.

Akan tetapi akibat abrasi yang terus mengikis daratan, kini jaraknya menyusut tajam menjadi hanya 3 sampai 5 meter.

 Kondisi terkini rumah warga di RT 08/RW 03, Kelurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate, Selasa (19/5/2026).
 
Ketiadaan infrastruktur pengaman seperti talud maupun pemecah ombak di belakang pemukiman memperparah keadaan.

Walhasil, setiap kali air pasang dan musim ombak tiba, air laut tanpa penghalang langsung menerobos masuk ke dalam rumah. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved