Rabu, 3 Juni 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemkot Ternate

Hadapi Defisit Transfer Pusat, Pemkot Ternate Selektif Susun RKPD 2027

Pemerintah Kota Ternate mulai menyusun RKPD 2027 dengan fokus pada sinkronisasi program OPD terhadap RPJMD

Tayang:
TribunTernate.com/Iga Almira Rugaya Assagaf
RKPD - Kepala Bappelitbangda Thamrin Marsaoly meminta seluruh OPD lebih selektif dalam merancang program dan kegiatan. Untuk menopang pembiayaan daerah, Pemkot menargetkan PAD Rp165 miliar melalui inovasi dan digitalisasi layanan pendapatan, Rabu (3/6/2026). 
Ringkasan Berita:
  1. Pemerintah Kota Ternate mulai menyusun RKPD 2027 dengan fokus pada sinkronisasi program OPD terhadap RPJMD.
  2. Di tengah ancaman berkurangnya transfer dana pusat hingga hampir Rp200 miliar, Pemkot menerapkan strategi selektif dalam menentukan program prioritas.
  3. Selain mempertahankan sektor kebudayaan sebagai program unggulan, pemerintah juga memperkuat ekonomi kerakyatan dan mendorong digitalisasi PAD guna menjaga stabilitas fiskal daerah.

TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE – Pemerintah Kota Ternate memulai tahapan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027 pada Juni ini.

Kepala Bappelitbangda Kota Ternate, Thamrin Marsaoly, menegaskan bahwa seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diwajibkan mensinkronkan program kerja mereka dengan dokumen rencana pembangunan daerah.

"RPJMD itu adalah menjadi rujukan atau fokus dalam penyusunan RKPD sehingga seluruh program yang nanti ditelorkan itu tidak lari dari RPJMD kita," ujar Thamrin saat menjelaskan urgensi penyelarasan program, Rabu (3/6/2026).

Baca juga: 38 ASN Berebut 10 Jabatan Eselon II Pemkab Halteng, Bupati dan Wabup Jadi Penguji

Yang mana, kata Thamrin, proses penginputan ini didasari atas hasil Musrenbang tingkat kelurahan hingga kecamatan dan dijadwalkan rampung pada awal Juli mendatang.

Namun Thamrin mengungkapkan kekhawatirannya terhadap potensi penurunan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat, berkaca pada pengalaman tahun berjalan. 

"Ketakutan kami kalau TKD kita berkurang sama dengan tahun ini. Tahun ini kita kekurangan TKD yang dipotong oleh pemerintah pusat itu totalnya hampir 200 miliar," ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa dana 200 miliar bukanlah angka yang sedikit dan sangat berimbas pada pelaksanaan program di 41 OPD.

Oleh karena itu, Thamrin meminta seluruh kasubag perencanaan dan pimpinan OPD untuk lebih jeli dalam menentukan skala prioritas.

"Karena ini uangnya sedikit, pembiayaannya sedikit, maka tentu harus lebih selektif dalam memilih program dan kegiatan," tegas Thamrin.

Meskipun dalam keterbatasan, sektor kebudayaan ditetapkan menjadi program unggulan utama. Thamrin menekankan bahwa identitas Ternate sebagai kota budaya harus tetap diperkuat, salah satunya melalui persiapan menjadi tuan rumah Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) Nasional pada Agustus mendatang.

"Kota Ternate itu adalah kota budaya. Tentu tahun ini salah satu ejawantah dari RPJMD itu kita akan menjadi tuan rumah JKPI nasional," jelasnya.

Baca juga: 5 Zodiak dengan Ramalan Bintang Terbaik Rabu 3 Juni 2026: Scorpio dan Aquarius Paling Bersinar

Program ini mencakup pengenalan benteng bagi tamu nasional hingga inovasi Run Tourism sebagai bentuk keberpihakan pemerintah pada aspek kebudayaan.

Selain budaya, Thamrin menegaskan bahwa pemerintah juga fokus pada penguatan ekonomi kerakyatan seperti pengembangan "Warung Mama-Mama" untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global.

"Bantalan ekonomi kita itu ada di ekonomi kelas menengah ke bawah itu. Nah, itulah yang harus mesti kita asah terus," tandas Thamrin, menekankan pentingnya intervensi pemerintah bagi pelaku usaha kecil. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved