Liputan UMKM
Tak Sekadar Tempat Nongkrong, Legend House Tidore Jadi Ruang Berkarya Anak Muda
Berawal dari ruang refleksi bagi anak muda, Legend House yang didirikan Siti Faila Togubu pada 2021 kini berkembang menjadi salah satu coffee shop
Penulis: Sitti Muthmainnah | Editor: Sitti Muthmainnah
Ringkasan Berita:
- Berawal dari ruang refleksi bagi anak muda, Legend House yang didirikan Siti Faila Togubu pada 2021 kini berkembang menjadi salah satu coffee shop dan wadah kolaborasi kreatif yang populer di Tidore.
- Tempat ini tidak hanya menawarkan kopi, tetapi juga menjadi ruang bertemunya berbagai komunitas dan pelaku ekonomi kreatif.
- Legend House Tidore mengusung konsep semi-industrial dengan mempertahankan nilai historis dan identitas mereknya.
TRIBUNTERNATE.COM, TIDORE – Berawal dari keinginan untuk menghadirkan ruang refleksi dan tempat bersantai bagi anak muda di Kota Tidore, Siti Faya Ila Togubu mendirikan Legend House pada April 2021.
Coffee shop ini kini telah berkembang menjadi salah satu pusat interaksi komunitas dan ekonomi kreatif di Tidore Kepulauan.
Nama Legend House memiliki kaitan erat dengan nilai historis lokasi pertamanya, yakni eks rumah Gubernur Irian Barat di Kelurahan Tomagoba, Kecamatan Tidore yang kini menjadi museum. Setelah berpindah lokasi, nama tersebut tetap dipertahankan guna menjaga brand awareness di masyarakat.
Baca juga: Pemkot Tidore Raih WTP Ke-12, Tindak Lanjut Temuan BPK Capai 77 Persen
Saat ini, Legend House menempati sebuah bangunan di Kelurahan Gamtufkange, Kecamatan Tidore yang tetap dijaga keasliannya tanpa renovasi besar untuk mempertahankan kesan "legend".
Faya menjelaskan bahwa konsep Legend House telah bertransformasi dari tema historis-museum menjadi semi-industrial. Meski demikian, esensinya tetap sama: bukan sekadar tempat minum kopi, melainkan wadah kreativitas.
"Legend itu bukan hanya coffee shop, tapi mempertemukan segala kemungkinan," ujar Faya, menekankan visi kolaborasi kolektif dengan berbagai subsektor ekonomi kreatif seperti musik dan komunitas lainnya.
Kata Faya, Legend House mengusung prinsip dari mata turun ke hati, yang mana pengunjung tidak hanya mencari rasa tetapi juga pengalaman saat berada di lokasi.
Menu andalan yang menjadi ciri khas dan wajib dicoba adalah Kopi Legend, yaitu kopi dengan aroma melon yang unik. Selain kopi, tersedia pula berbagai makanan berat, camilan, serta minuman non-kopi.
Untuk menunjang kenyamanan pelanggan, Legend House menyediakan berbagai fasilitas, antara lain ruang indoor ber-AC, ruang outdoor yang mampu menampung sekitar 50 orang, WiFi gratis, hingga jam operasional yang mulai pukul 09.00 hingga 24.00 WIT.
Baca juga: LKPD 2025 Raih WTP, Pemkot Ternate Catat Rekor 12 Tahun Beruntun
Dalam menjalankan bisnisnya, Faya mengakui adanya tantangan, mulai dari budaya minum kopi lokal hingga membeludaknya konsumen pada akhir pekan.
Sebagai lulusan International Business Administration, ia percaya bahwa kunci sukses bisnis adalah membangun pertemanan.
Ke depannya, anak sulung dari 3 bersaudara itu berharap, ekosistem industri kreatif di Tidore semakin solid dan Legend House dapat terus meningkatkan infrastrukturnya. (*)
| Dari Bambu Jadi Cuan: Kisah Inspiratif IRT di Halmahera Tengah Sulap Waktu Luang Jadi Penghasilan |
|
|---|
| Dari Titip di 10 Toko, Anisa Sukses Bangun Toko Oleh-Oleh Khas Ternate “Depot Gamalama” |
|
|---|
| Dari Payahe ke Maba Halmahera Timur, Angdit Aprian Hamid Merintis Mimpi Lewat Z,ee Coffee |
|
|---|
| MB Barbershop di Fala Kanci, Jadi Bagian Gerakan HIPMI Ternate Kurangi Pengangguran |
|
|---|
| Kisah Arifin Samat, Anaknya Jadi Pegawai Pemkab Halmahera Selatan dari Hasil Jualan Gula Aren |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Tampak-depan-Legend-house.jpg)